Bangga Membawa Baki Sang Saka Merah Putih

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Siswi Kelas II Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Advent Timika, Elzah Anjeli Grasela Repasi, mengaku bangga terpilih sebagai pembawa baki sang saka merah putih dalam upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 di Kabupaten Mimika.

Putri tunggal kelahiran 2 Februari 2001 dari pasangan Roy Harold Repasi dan Norma Meiske Pieters, mengatakan dirinya terpilih menjadi pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera sang saka merah putih pada Proklamasi Kemerdekaan RI. Hal itu menurutnya merupakan satu dari sekian banyak angan-angan yang terlintas dibenaknya selama ini.

“Dari dulu kalau saat HUT RI, terus melihat kaka-kaka yang menjadi anggota paskibra itu macam saya juga mau ikut. Nah, sekarang saya bangga terpilih untuk membawa baki, saya bangga sekali karena ini bagian dari sejarah hidup saya,” ujar Elzha ketika diwawancarai di sela-sela latihan paskibra dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih, Kampung Karang Senang-SP 3, Distrik Kuala Kencana, Senin (14/8).

Gadis yang memilki tinggi badan 163 cm ini mengaku, sejak awal proses seleksi oleh tim seleksi Lanud Timika, dirinya sudah bertekad untuk menjalani tanggungjawab dalam menjalankan tugas sebagai anggota paskibra. Bahkan, untuk menjadi anggota paskibra saja, merupakan salah satu hal yang terus tertanam didalam benaknya sejak duduk dibangku SMA. Namun, menurutnya rejeki sekaligus kepercayaan untuk menjadi pembawa baki yang dibebankan kepadanya, sehingga menjadikan dirinya semakin bertekad untuk terus membusungkan dada hingga sang merah putih berkibar diujung tiang.

“Ini tanggungjawab sekaligus rejeki untuk saya. Saya akan kuatkan mental dan jaga kesehatan, supaya saya bisa terus berdiri menatap sang merah putuh sampai ke ujung tiang,” ujarnya.

Gadis berkulit sawo matang ini juga mengaku belum pernah menjadi anggota dalam pasukan baris berbaris (PBB) ataupun pramuka. Ia hanya terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan di gereja. Sehingga, ketika memulai latihan baris berbaris usai terpilih menjadi anggota paskibra yang dilatih langsung oleh aparat TNI, Elzah mengaku sangat berat dan kelelahan.

Meski demikian, Elzah menuturkan, semua proses pelatihan yang diberikan kakak-kakak dari anggota TNI AU dalam hal ini Lanud Timika, merupakan salah satu bagian dalam membina mental dan tanggungjawabnya.


“Saya bersyukur juga karena bisa membina mental dan tanggungjawab. Saat latihan itu kami semua sangat serius, tapi disaat istirahat kami berubah jadi seperti teman di sekolah, tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment