Bank Papua Bakal Promosikan KAP di Papua-Papua Barat

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Pemerintah Kabupaten Asmat bekerja sama dengan Bank Papua membuat terobosan dengan melakukan penyaluran dana bantuan studi kepada mahasiswa yang mengeyam pendidikan di luar daerah dalam bentuk Kartu Asmat Pintar.

Bank Papua berkeinginan mempromosikan penyaluran dana bantuan studi secara online itu ke kabupaten/kota lain di Papua dan Papua Barat.

“Pemkab Asmat merupakan satu-satunya pemda yang mengimplementasikan KAP. Dan nantinya kami akan mempromosikan juga kepada pemda lainnya,” kata staf Divisi Perencanaan dan Pengembangan Bank Papua Pusat, Tommy Erlangga Sembiring usai mengikuti rapat koordinasi bersama Pemkab Asmat terkait implementasi Kartu Asmat Pintar, Sabtu (26/8).

Tommy mengaku, program itu merupakan suatu kebanggaan. Sebab, Pemkab Asmat dengan kondisi infrastruktur yang terbatas dan geografis yang sulit mampu membuat terobosan di bidang pendidikan.
“Pemkab Asmat buktikan sebagai kabupaten pertama di Papua yang menerapkan penyaluran dana bantuan studi secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Menurutnya, program penyaluran dana studi secara online merupakan salah satu bentuk terjemahan visi misi Bank Papua untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

“Soal data mahasiswa pelajar itu sudah ditentukan dan ditetapkan oleh pemda. Melalui pelayanan ini, dana yang disalurkan langsung masuk ke rekening mahasiswa pelajar. Mereka dapat memanfaatkan dana pendidikan itu untuk keperluan studinya,” terang dia.

Secara teknis, sebut dia, Kartu Asmat Pintar yang akan diterbitkan berkisar 1.500-2.000 keping. Kartu tersebut akan dibagikan kepada seluruh mahasiswa dan pelajar Asmat yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami akan menyiapkan sesuai dengan kebutuhan pemda. Penerbitannya juga akan disesuaikan dengan program pemerintah setempat,” kata dia.

Ia menambahkan, kartu tersebut belum dicetak dalam jumlah banyak. Keseluruhannya akan dialokasikan pada bulan Oktober mendatang.

“Saat ini baru tahap sosialisasi dan koordinasi. Pemaparan awal bagaimana skemanya dan penyalurannya seperti apa. Selanjutnya baru kami tindaklanjuti ke kantor pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Asmat Elisa Kambu menyerahkan KAP secara disimbolis kepada salah seorang mahasiswa usai Upacara HUT ke-72 RI di Lapangan Yos Sudarso, Agats. Pemerintah setempat menargetkan 1700 mahasiswa penerima bantuan.

“Pemerintah memberikan kartu ATM khusus, namanya Kartu Asmat Pintar. Kartu ini diberikan kepada 1700 mahasiswa Asmat di berbagai perguruan tinggi,” kata Elisa Kambu.

Tujuan dari program KAP adalah meningkatkan sektor pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. Terobosan pemerintah menyalurkan bantuan studi secara online dinilai efektif dan efisien.

“Dengan menyalurkan lewat ATM khusus, bantuan tidak lagi terlambat. Kita juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengantar di berbagai daerah,” katanya.

Bupati Elisa mengingatkan para mahasiswa dan pelajar Asmat di luar daerah agar menyelesaikan pendidikannya. Tidak melakukan tindakan-tindakan tak terpuji, seperti minum minuman keras dan berbuat onar.


“Tahun ini dicetak 500 keping, lalu berikutnya secara bertahap dicetak lagi hingga terpenuhi 1700 keping,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment