Bencana Menimpa Tembagapura

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Distrik Tembagapura mengalami musibah bencana banjir dan tanah longsor, Selasa (15/8) sekitar Pukul 20.30 WIT. Bencana ini di akibatkan hujan deras yang mengguyur sejak siang. Akibatnya, sejumlah fasilitas milik PT Freeport Indonesia (PTFI) mengalami kebanjiran (Kemasukan air-Red) bercampur material longsor, dan sejumlah akses jalan terputus.

Salah satu sumber yang merupakan warga Tembagapura sekaligus karyawan PTFI yang enggan namanya dipublikasikan, kepada Salam Papua Selasa malam menjelaskan, peristiwa banjir yang disertai longsor terjadi disejumlah barak seperti barak A, B dan C Mile 68. Akibat banjir, para karyawan atau pekerja yang mendiami sejumlah barak tersebut terpaksa dievakuasi petugas Emergency Response Group (ERG) ke Sport Hall untuk sementara waktu.

“Kondisinya ada beberapa karyawan di barak-barak yang dievakuasi karena kondisi banjir. Listrik juga sudah dimatikan semuanya. Jadi sementara dari barak A,B, C itu dievakuasi ke Sport Hall. Kejadiannya sekitar setengah sembilan tadi, akibat curah hujan yang besar. Hujannya itu dari tadi siang jam satu sampai malam,” jelasnya.

Sementara di bagian selatan Tembagapura atau Hidden Valley dan Kwiki Shop, juga mengalami bencana serupa. Bahkan pada pembangkit tenaga listrik atau Power Plant mengalami kebakaran. Namun kebakaran berhasil ditangani oleh petugas.

“Kalau yang terbakar tadi itu di Power Plant, entah itu kerena tankinya atau apanya kita belum tahu pasti, tapi memang tadi ada api besar dan menyebabkan lampu mati. Jadi mulai dari Hidden Valley kemudian di area Power Plant, pokoknya disekitar sepanjang sungai yang ada sekitar situ, kemudian dekat-dekat Main Office juga, lalu orang-orang yang di rumah sakit sudah di evakuasi juga,” jelasnya.

Saat ini, ERG bersama security dan beberapa departemen terkait telah mengamankan lokasi banjir dan longsor. Dan akses jalan menuju Power Plant yang terputus akibat longsor, sementara dikerjakan untuk membuka akses.



“Ada masjid yang di Hidden Valley banjir, airnya masuk sampai kedalam masjid. Karena banjir tadi  banyak material dijalan, jadi banyak jalan yang longsor. Jadi untuk area Power Plant sementara baru di bikin akses kesana, karena sudah ketutup banjir semua. Ada beberapa barak disitu juga sudah tertimbun semua, khususnya dibagian luar area parkirannya sudah tertimbun material banjir dan longsor,” terangnya.

Sekitar pukul 22.30 WIT, dikatakan sumber tersebut, hujan sudah mulai reda. Petugas ERG bersama depertemen terkait terus melakukan upaya evakuasi warga dan para pekerja.

Sementara itu Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon saat dikonfirmasi Selasa malam mengatakan, dalam peristiwa bencana ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa, dan membenarkan kalau proses evakuasi sedang berlangsung.

“Jalan terputus di Mile 69 arah ke Ridge Camp, sementara dikerjakan agar bisa dilewati. Dan seluruhnya diungsikan ke Sport Hall. Korban jiwa nihil sementara hujan sudah berhenti. Besok kami rencana mengecek kerusakan di Banti, perkembangan akan dilaporkan lanjut,” kata Kapolres. (Saldi) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment