Bingung Mencari Tempat Pelayanan Dispendasbud

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya, mengaku, sudah berhari-hari kebingungan mencari tempat pelayanan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) pasca digembok para guru dalam kasi menuntut pembayaran insentif beberapa waktu lalu.

Kepada Salam Papua di halaman Kantor Dispendasbud, Selasa (8/8), orang tua murid tersebut mengaku hendak meminta stempel pada surat keterangan pindah sekolah anaknya. Anaknya tersebut hendak dipindahkan dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 ke SMP Advent.

"Surat pindah ini sudah diurus, tapi hanya menunggu cap dari Dispendasbud. Saya kesini (Dispendasbud-Red) tapi pintu digembok, terus ada pegawai yang suruh saya ke Jalan Pisang, Irigasi. Tapi saya kehabisan uang ojek,ungkapnya.

Proses administrasi yang dilakukannya membutuhkan pelayanan Dispendasbud, setelah sebelumnya mendapatkan surat keterangan pindah dari SMPN 7, dan telah mendapatkan tandatangan dari salah satu kepala bidang (Kabid) di Dispendasbud yang dilakukan dirumah kabid tersebut, depan SMAN 1 Mimika. Setelah mendapatkan beberapa persyaratan, tersisa satu persyaratan lagi, yaitu di stempel. Namun belum terpenuhi disebabkan stempel atau cap berada di Kantor Dispendasbud.
"Saya sudah bolak-balik selama empat hari, tapi belum bisa dapat cap dinas," ujarnya.
Pelayanan Dispendasbud Dilakukan di Lobi

Sementara itu Sekretaris Dispendasbud, Anton Bugaleng S.Sos mengatakan, meski pintu masuk kantor belum bisa dibuka pasca digembok oleh para guru honorer, namun pelayanan masih bisa berjalan dan dilakukan itu di lobi.

"Selama kantor ini disegel saya tetap masuk kantor, karena itu sudah kewajiban. Yah, mau tidak mau kita harus lakukan pelayanan, biar diluar seperti ini," kata Anton saat ditemui disela-sela di lobi Kantor Dispendasbud, Kamis (10/8).

Menurut Anton, segala aktivitas dinas harusnya dilakukan dikantor, meskipun tidak memungkinkan beroperasi karena digembok. Hal tersebut, kata dia, tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk pegawai tidak berkantor, sebab pelayanan harus diberikan terus kepada masyarakat.

Ini saya lakukan atas inisiatif saya sendiri. Karena kalau saya pasif, kasihan mereka yang datang butuh pelayanan ke kantor ini,ujarnya.

Salah satu pelayanan yang Ia berikan antara lain pengurusan surat pindah sekolah, pengurusan kenaikan pangkat pegawai negeri, serta legalisir ijazah.

"Banyak datang kesini yang mengurus surat pindah, sama minta legalisir ijazah," ujarnya.
Anton berharap segala persoalan yang sementara terjadi di Dispendasbud, bisa segera terselesaikan. Agar aktivitas dinas para pegawai bisa berlangsung dan berkantor seperti sedia kala. Meskipun, sampai saat ini tidak ada koordinasi dengan Kepala Dispendasbud terkait persoalan guru honor. Namun Anton menginginkan agar hal tersebut segera menemukan solusi dan jalan yang terbaik.

Sejauh ini memang terkait persoalan ini saya tidak ada koordinasi dari ibu kepala dinas. Makanya saya inisiatif kerja saja, yang penting pelayanan tetap berjalan,” katanya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment