BOED 2017 Tawarkan Akses Pendidikan Alternatif

Bagikan Bagikan


SAPA (BANDUNG) - Komunitas asal Bandung "Co-Learning Space" menggelar seminar "Bandung Open Education Day 2017" sebagai sarana menawarkan akses pendidikan alternatif melalui media daring (online) yang bertempat di Ruang Serba Guna Balaikota Bandung, Minggu (20/8).

Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan "Global Open Education Week" serta didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, Study of the United States Institute (SUSI), dan International Exchange Alumni.

Ketua penyelenggara BOED 2017, Indra Permana Sopian mengatakan Acara ini mengangkat tema "Online Learning as an Alternative Form of Education yang dilatarbelakangi semangat yang sama dengan gerakan global "Open Education Movement". Dengan sasaran, memanfaatkan kekuatan internet untuk meningkatkan kesempatan mengakses pendidikan dengan mudah.

"Dengan konsep 'Open Education' yang sebagian besar dilakukan dalam media online, semua orang dapat mempunyai akses kepada pendidikan, karena pendidikan adalah hak semua orang, ujar Indra di Balaikota Bandung, Minggu (20/8).

Seminar sendiri diisi oleh Steven Sutantro dari Google Educator Group West Jakarta, mantan Rektor Universitas Terbuka, Tian Belawati, komunitas MejaKita.com dan pimpinan EdTech Indo, Herry Fahrur Rizal.

Menurutnya, secara umum, banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui tentang pendidikan terbuka. Padahal jika mau mencari, banyak platform-platform di internet yang menyediakan akses peningkatan kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkannya.

"Mereka menyiapkan silabusnya secara lengkap, kuis secara lengkap, ada yang berbayar, ada yang gratis. Bahkan secara offline banyak juga komunitas yang menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar itu secara bebas setiap orang bisa tinggal datang tinggal ikut," kata dia.

Indra menjelaskan, pendidikan terbuka ini sangat cocok bagi masyarakat yang sehari-harinya memiliki berbagai kesibukan, terlebih di sisi lain, mereka juga memerlukan sarana penjunjang pendidikan untuk memperbaharui kemampuan yang dimilikinya.

Dengan begitu, salah satu alternatif untuk mengakses pendidikan dapat memaksimalkan platform di internet, karena dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan siapa saja.

"Tapi sayangnya masih banyak orang yang belum tahu tentang itu. Kegiatan seperti ini untuk mengampanyekan kegiatan 'Open Education' di Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Pengawas Pendidikan Jenjang SMP Dinas Pendidikan Kota Bandung, Tajur Zulfikar menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Co-Learning Space ini.

Menurutnya, seminar yang dilakukan komunitas tersebut dapat dikolaborasikan dengan program-program yang ada di Disdik Kota Bandung.

"Ilmu pengetahuan mereka lebih hebat karena kita juga ketinggalan, mungkin dari Disdik belum ada yang tercover makanya harus kerjasama dengan Disdik," kata dia.

Ia pun menunggu kerja sama lainnya, agar kegiatan ini mampu diserap oleh guru, pelajar, serta masyarakat Kota Bandung untuk lebih mengembangkan dan menambah ilmu-ilmu pengetahuannya.

"Saya menyambut baik dengan adanya kegiatan ini sangat bagus. Sayangnya implementasi di lapangan belum banyak yang tahu. Makanya alangkah baiknya bekerja sama dengan dinas pendidikan sehingga kami bisa mengarahkannya." kata dia.((Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment