BPKLN Sosialisasikan Lintas Batas Negara Di Kombut

Bagikan Bagikan



SAPA (JAYAPURA) - Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua mensosialisasikan "basic agreement" dan peraturan lintas batas negara kepada masyarakat Distrik Kombut, Kabupaten Boven Digoel, yang berada di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).

Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai, di Jayapura, Selasa (8/8), mengatakan selain sosialisasi, pihaknya juga melakukan tatap muka dengan masyarakat setempat.

"Hal ini sangat penting untuk mendengar curhatan dari masyarakat kemudian kami juga memberikan sosialisasi bagaimana aturan-aturan lintas batas dan disambut sangat baik sekali oleh warga setempat," katanya.

Menurut Suzana, memang pihaknya mempunyai kewajiban dari pemerintah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat perbatasan, sebab aturan lintas batas ini bukan aturan lintas batas provinsi atau kabupaten akan tetapi lintas batas negara.

"Di mana kedua negara mempunyai satu kesepakatan yakni pengaturan khusus tentang lintas batas tradisional dan kebiasaan," ujarnya.

Dia menjelaskan kesepakatan khusus kedua negara tersebut mengatur penggunaan dokumen bagi pelintas batas, baik Indonesia maupun PNG di mana tentunya dalam aturan tersebut, diatur mengenai berapa lama pelintas batas tersebut.

"Pasalnya, di wilayah Indonesia juga mempunyai tanah di wilayah Papua Nugini, begitupun sebaliknya, di mana ini semua diatur dalam pengaturan khusus tentang lintas batas tradisional dan kebiasaan, seperti halnya Kabupaten Boven Digoel yang berbatasan langsung dengan Kampung Donge Papua Nugini," katanya lagi.

Dia menambahkan Kampung Kombut sendiri mempunyai 52 tugu batas atau biasa disebut MM 9.0, namun untuk menuju kampung tersebut akses jalan sangat sulit atau rusak berat terutama dari Tanah Merah-Mindiptana dan Mindiptana-Kombut jembatannya rusak parah, pasalnya masih berupa jembatan kayu. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment