Bupati Asmat Bakal Menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai

Bagikan Bagikan

SAPA (ASMAT) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat dibawah kepemimpinan Bupati Elisa Kambu dan Wakilnya, Thomas Eppe Safanpo, bakal menaikkan tambahan penghasilan bagi aparatur sipil negara (ASN) di daerah tersebut. Rencana kenaikan itu dilakukan secara bertahap mulai tahun ini.

Bupati Asmat mengatakan, pihaknya bakal menaikkan tambahan penghasilan bagi ribuan ASN yang bekerja di lingkup Pemkab Asmat. Kebijakan tersebut guna memotivasi kinerja pegawai ASN. Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai.

“Kita lagi berupaya menaikkan tambahan penghasilan, tapi harus diimbangi dengan kerja yang baik,” kata Elisa Kambu, Jumat (4/8).

Menurut bupati, pihaknya merencanakan kenaikkan tambahan penghasilan sebesar 100 persen dari nominal yang diterima sebelumnya. Namun meski begitu, sambung dia, pemerintah akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan di daerah.

“Jadi akan dinaikkan secara bertahap. Semoga di 2018 bisa bertambah lagi. Tapi catatannya, uang itu tidak pakai untuk foya-foya, mabuk dan melakukan hal-hal tak terpuji. Kemarin saya sudah minta agar dinaikkan,” katanya.

Kebijakan pemerintah daerah tersebut diatur dalam peraturan bupati. Ada sekitar 2600 ASN yang memperoleh tambahan penghasilan. Pemerintah hanya membayar tambahan penghasilan kepada pegawai yang dinilai aktif bekerja.

“Dibayarkan sesuai beban kerja mereka. Kalau tidak masuk kerja, ya tidak terima utuh. Ini kita lakukan untuk mengoptimalkan kinerja pegawai. Jadi pemberian itu menyangkut dengan kehadiran pegawai,” tuturnya.

Elisa Kambu juga meluruskan isu yang beredar bahwa ia memotong tambahan penghasilan untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan, hal tersebut tidak benar. Justru pihaknya mendorong peningkatan tambahan penghasilan bagi ASN.

“Proses pembayarannya berdasarkan rekap kehadiran pegawai yang disampaikan SKPD. Gaji pegawai dan tambahan penghasilan sudah otomatis masuk ke rekening pegawai. Tidak ada ruang untuk pemotongan, apalagi untuk kepentingan pribadi,” terangnya.

Elisa Kambu juga menegaskan, jika masih ada pihak yang menghembuskan isu-isu tak bertanggungjawab itu, maka pemerintah akan menghentikan pemberian tambahan penghasilan.

“Dari pada jadi konflik, menjadi pemberitaan yang tidak sedap, lebih baik ditiadakan. Saya harap isu-isu tak baik itu tidak ada lagi. Kita semua lebih baik fokus bekerja,” tegasnya. (Nuel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment