Bupati Asmat Berikan Reward 20 Juta Bagi Penangkap Miras

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Pemerintah Kabupaten Asmat benar-benar menseriusi masalah peredaran minuman keras (miras) di kabupaten tersebut. Adanya regulasi daerah dan berbagai upaya pembarantasan belum membuahkan hasil. Disinyalir miras masih tetap beredar.

Tahun 2012 lalu, pemerintah setempat telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 tahun 2011 tentang Larangan Miras di Asmat. Awal tahun 2016, bupati dan wakil bupati Asmat telah menandatangi pakta integritas penolakan miras. Pun telah dilakukan razia-razia, tetapi toh masih banyak orang mabuk yang ditemukan.

Kali ini, Bupati Asmat, Elisa Kambu menegaskan, apabila ada masyarakat yang bisa menangkap pemasok dan penjual miras, ia akan memberikan uang penghargaan (reward) sebesar Rp20 juta bagi yang menangkap.

“Kalau ada masyarakat yang mau uang Rp20 juta, silahkan bawa ke saya orang yang menjual dan memasok miras. Kepada semua masyarakat, kalau temukan tolong ditangkap dan dibawa ke saya,” tegasnya, Kamis (17/8).

Menyangkut operasi pemberantasan minuman keras di Asmat, kata bupati, pihaknya melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara rutin melaksanakan razia-razia di berbagai tempat. Ia menekankan agar operasi pemberantasan miras terus ditingkatkan.

“Saya minta Satpol untuk tingkatkan operasi di pelabuhan-pelabuhan saat kapal masuk maupun pada tempat-tempat lainnya. Saya harapkan semua pihak memiliki komitmen yang sama,” ujarnya.

Bupati Elisa mengatakan, pihaknya membutuhkan kerjasama dari semua elemen, termasuk dukungan TNI-Polri maupun legislatif. Ia juga berharap peran serta masyarakat untuk memberantas miras di daerah itu. 

“Saya juga sudah memberikan nomor HP kepada masyarakat, sehingga siapa yang mengetahui pemasok miras bisa dilaporkan kepada saya,” tuturnya.

Ia menambahkan, laporan masyarakat baik secara langsung maupun melalui telepon akan sangat membantu pemerintah daerah dalam memberantas minuman keras. Pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.

“Yang menjual akan kita usir keluar Asmat. Saya juga akan melibatkan organisasi wanita dan perempuan untuk ikut serta menertibkan miras dan prostitusi,” pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SK) Keuskupan Agats, Pastor Linus Dumatubun meminta Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar agar menuntaskan persoalan peredaran miras di Kabupaten Asmat.

“Kami mendesak agar Kapolda Papua turun langsung mengatasi persoalan peredaran miras di Asmat,” katanya melalui sebuah media di Timika.

Karena menurutnya, sekalipun Kabupaten Asmat sudah memiliki Perda Nomor 14 tahun 2011, namun peredaran miras masih tinggi di daerah itu, bahkan hingga ke distrik-distrik.

“Bahkan kami sinyalir minuman beralkohol yang lolos dari pemeriksaan itu ada unsur keterlibatan oknum-oknum aparat keamanan,” ungkapnya, seraya menambahkan para pemipin agama di Asmat telah menyatakan kesepakatan untuk bersama-sama memerangi miras. (Nuel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment