Bupati Asmat Minta Masyarakatnya Tidak Menganggu Pembangunan

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Bupati Asmat, Elisa Kambu meminta agar masyarakat tidak menghambat pembangunan, tetapi justru mendukung dan berperan aktif di dalamnya. Maksud Elisa, jika ada pekerjaan atau proyek pemerintah, masyarakat hendaknya tidak “mengganggu”.

“Kalau orang kerja proyek, jangan datang ganggu-ganggu (melakukan pemalangan). Itu baru ikut menjaga, ikut bertangung jawab dan membangun bersama pemerintah,” katanya, Rabu (30/8).

Menurut bupati, menindaklanjuti berbagai persoalan khususnya terkait pemalangan, pemerintah selalu melakukan pendekatan persuasif. Komunikasi dengan pihak pemilik ulayat dilakukan untuk mendapat solusi terbaik.

“Seperti kemarin persoalan pemalangan tower, kita komunikasi secara baik. Setelah mendapat penjelasan, mereka mendukung pembangunan yang sedang berjalan,” katanya.

Elisa menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kampung Syuru, Kaye dan Aswet yang telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan pembangunan di ibukota kabupaten. Ia mengaku, lahan di kota tersebut sepenuhnya milik masyarakat dari tiga kampung.

Meski begitu, ia mengingatkan, masyarakat telah memberikan lahannya sesuai dengan komitmen awal ketika menghadirkan Kabupaten Asmat pada 2003 lalu. “Kabupaten ini dulu hutan, semua berlomba untuk taruh di wilayah mereka masing-masing. Ayam, Safan, Atjs, dan Sawa Erma minta sebagai ibukota kabupaten,” ungkapnya.

Lanjut dia, melalui pertimbangan, kajian dan proses yang cukup panjang, disepakati ibukota Kabupaten Asmat di Distrik Agats. “Saya mengisahkan kembali ini, supaya anak-anak yang tidak mengambil bagian dalam proses menghadirkan ibukota menjadi tahu,” ujarnya.

Dengan mengisahkan kembali dan memberikan pemahaman seperti itu, kata Elisa, masyarakat terutama generasi muda menjadi tahu. Konsekuensi yang harus diterima adalah tetap siap memberikan lahan untuk kepentingan pembangunan.

“Karena yang namanya kota itu pasti butuh banyak infrastruktur yang kita bangun, jadi itu harus membutuhkan lahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah sangat berharap masyarakat mengambil bagian dalam pembangunan, terlibat sebagai tenaga kerja maupun memberikan masukan. “Bukan dengan memalang dan sebagainya,” tandas Elisa. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment