Bupati Resmikan Lemasa

Bagikan Bagikan
*Lemasa diminta menjaga jati diri Amungme



SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE., MH meresmikan Lembaga Adat Masyarakat Suku Amungme (Lemasa), Selasa (15/8), di Graha Eme Neme Yauware. Kegiatan peresmian ini mengangkat tema “Suku Amungme yang Mendiami Wilayah Adat Jigi-Mugi-Jenewatagal Menunjukkan Jati Diri dan Menjunjung Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Turut hadir dalam kegiatan peresmian tersebut Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Windarto, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Makcbon, Kajari Timika Alex Sumarna, Ketua PN Kota Timika Relly D. Behuku, Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura Jesaja Samuel Enock, perwakilan Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare, berserta sejumlah tokoh masyarakat, paguyuban beserta masyarakat Amungme maupun Kamoro.

Acara peresmian yang diawali dengan doa ini, dilanjutkan dengan pembacaan keputusan Bupati Mimika tahun 2017 oleh saudara Karel Kum (Humas Lemasa) tentang peresmian Lemasa Kabupaten Mimika. Setelah itu dilanjutkan proses pengukuhan dengan menyematkan pin Lemasa kepada pimpinan dewan adat suku Amungme dan ketua terpilih Nerius Katagame oleh Bupati Eltinus.

Dalam sambutan Ketua Dewan Adat Lemasa, Donatus Kelanangame mengatakan, Lemasa merupakan bagian dari NKRI yang tetap menjunjung tinggi UUD 1945, dan menghormari Proklamasi Kemerdekaan RI dengan semboyang Bhinneka Tunggal Ika. Meski berbeda suku, agama, ras dan bahasa, tetapi tetap dalam satu bingkai NKRI.

"Lemasa dan Lemasko bersama-sama dengan generasi muda yang ada, bekerja sama untuk membangun Mimika yang damai dan sejahtera sesuai dengan visi dan misi Bupati Mimika," kata Donatus.

Sementara itu dalam sambutan Bupati Eltinus, mengatakan Lemasa merupakan mitra kerja pemerintah. Lemasa berperan sebagai wadah penampungan aspirasi masyarakat yang bersifat koordinasi, guna mengatasi masalah dan menjaga keutuhan masyarakat. Lemasa juga merupakan organisasi kultur yang dibentuk oleh masyarakat Amungme untuk membantu pemerintah, dan melindungi hak-hak masyarakat adat Amungme. Terutama tegas Bupati, Lemasa harus menjaga jati diri suku Amungme dimanapun berada.

"Saat ini banyak suku bangsa yang kehilangan jati diri. Maka saya berpesan kepada Lemasa untuk menjaga legalitas masyarakat adat untuk mengenal jati dirinya, dan bekerja sama dalam kaidah-kaidah kehidupan bermasyarakat," kata Bupati.

Untuk itu, lanjut Bupati dengan di resmikannya Lemasa dan diketuai Nerius Katagame, diharapkan kedepan tidak lagi goyah dan berjalan sesuai dengan visi misi Lemasa.


“Hak kita adalah menjaga kekakayan alam disini, jangan dibawa keluar. Tidak boleh ada perpecahan antara suku Amungme sendiri di Mimika," pesan Bupati. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment