Cakupan Akta Kelahiran Masyarakat Masih Rendah

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, John Wicklif Tegai, mengaku bahwa cakupan kepemilikan akta kelahiran bagi masyarakat di Kabupaten Mimika sangat rendah. Sebab, hingga kini yang tercatat pada dokumen Disdukcapil baru mencapai 30 persen.

Menurut John, persoalan tersebut merupakan salah satu acuan untuk lebih gencar dalam mendata seluruh masyarakat Mimika dengan sistim jemput bola (Jempol), dikarenakan jangkauan wilayah domisili masyarakat bukan hanya di lowland dan highland, namun masih banyak juga berdomisili pada wilayah yang jangkauannya sulit untuk terakomodir.

“Ini jadi tugas berat kami dalam program Jempol. Nanti kami harus benar-benar turun lapangan supaya bisa mencakup semua masyarakat. Karena kepemilikan akta kelahiran itu sangat penting,” tutur John, saat ditemui di Graha Efata, Jalan C. Heatubun, Selasa (15/8).

Program Jempol merupakan upaya Disdukcapil untuk bisa mencakup seluruh masyarakat Mimika. Agar semua lapisan masyarakat wajib memiliki akta kelahirasn.

“Nanti kami akan ke semua sekolah, mulai dari SD hingga SMA atau perguruan tinggi. Begitu juga ke masyarakat di distrik-distrik,” katanya.

Upaya program Jempol dilakukan untuk mendukung atau menjawab tuntutan persyaratan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemedagri), yang mewajibkan pencapaian 50 persen kepemilikan akta kelahiran bagi daerah dan kota yang telah ditunjuk sebagai daerah percontohan pemberlakuan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Mulai 2018 anak-anak Mimika mulai dari nol tahun hingga pra 17 tahun, itu sudah miliki KIA. Jadi kami benar-benar terdesak untuk mencapai angka 50 persen itu,” ungkapnya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment