Demmy Daskunda Resmi Tersangka Kasus ITE

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Pemilik akun facebook Demmy Daskunda (DD) resmi ditetapkan Polres Mimika sebagai tersangka kasus tindak pidana pelanggaran UU. No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“DD diduga menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan”, kata Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon saat menggelar konferensi pers, Rabu (30/8).

Kapolres mengatakan, pihak penyidik Polres Mimika telah mempunyai  lebih dari dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan DD sebagai tersangka.  “DD ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan tiga alat bukti diantaranya adalah keterangan saksi, petunjuk dan keterangan ahli,” kata Kapolres

Ia merinci, salah satu saksi yang diperiksa dalam perkara ini adalah orang yang pernah dimintai foto oleh tersangka DD. Alat bukti petunjuk berupa laptop dan link facebook milik tersangka. Ahli yang turut dimintai keterangannya ada tiga yaitu ahli bahasa, ahli IT dan ahli pidana.

Kapolres menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh tersangka DD ini bermula ketika yang bersangkutan meminta foto pastor Hardianus Wardito kepada seseorang (saksi dalam perkara ini) kemudian mengupload ke akun facebook miliknya dengan memberikan statement atau keterangan yang cukup bisa ditujukan kepada pasal yang berkaitan dengan menyebarkan atau menebarkan kebencian dan permusuhan kepada individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan.

Sejauh ini kata Kapolres, perbuatan tersebut dilakukan karena kehendak sendiri atau spontanitas saja. Karena yang bersangkutan bekerja di salah satu dinas, sehingga mungkin karena solidaritas masih kuat maka menyikapi demo selama ini selalu menyudutkan mereka.

Atas dasar perbuatan tersebut, kata Kapolres yang bersangkutan diduga telah melanggar UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan Pasal 157 ayat (1) KUHP.

Dalam pengembangan kasus ini pun, kata Kapolres, penyidik telah menyita 1 unit handphone, 1 unit laptop, KTP, e-mail dan akun facebook atas nama saudara DD untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Menanggapi  penetapan DD sebagai tersangka, Juru Bicara Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang Timika Erick Welafubun melalui WhatsApp (WA) yang dikirim mengatakan, Pemuda Katolik sangat mengapresiasi kinerja Kepolisian Resort (Polres) Mimika dalam hal ini Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Mimika dalam penetapan DD sebagai tersangka.

Selain itu, PK dan seluruh umat katolik akan mengawal proses kasus DD sampai ke keputusan pengadilan. PK meminta dengan tegas agar pihak-pihak lain tidak menginterfensi.

“Karena DD sudah ditetapkan menjadi tersangka sehinga seluruh masyarakat Mimika harus menghargai proses hukum yang sedang di jalani oleh DD dan menjadi pembelajaran bagi kita semua masyarakat Mimika,” tulis Erich dalam WA.  (Korneles Materay)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment