Diduga Sakit Seorang Pendulang Meninggal Dunia

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Seorang pendulang tradisional yang kesehariannya melakukan aktivitas pendulangan di sekitar kali kabur, area mile 39, Distrik Kuala Kencana, meninggal dunia setelah sempat terjatuh saat hendak buang air kecil, Senin (31/7) pagi. Meninggalnya korban ini diduga karena sakit.

Berdasarkan data dan kronologis yang diperoleh Salam Papua menerangkan, korban yang bernama Pilemon Pigau (45) dan merupakan warga Kampung Timika Jaya – SP 2 (Komplek belakang perumahan Pemda-red) tersebut, sebelum meninggal sempat terjatuh saat hendak buang air kecil di toilet yang berada di area pendulangan.

Pagi itu korban terbangun dan hendak buang air kecil, korban ditemani saksi Rupinus Embegani (18) yang masih merupakan keluarga korban. Saat saksi menemani korban menuju toilet, tiba-tiba korban terjatuh, selanjutnya saksi memanggil saksi lainnya, Tina Telegami (20). Lalu keduanya bersama-sama mengangkat korban masuk ke dalam rumah atau camp yang ada disekitar lokasi kejadian.

Setelah mengangkat korban masuk ke dalam rumah, saksi memanggil keluarga lainnya yang ada disekitar area pendulangan, dan menyampaikan kondisi korban. Setelah keluarga mendatangi korban dan mengecek kondisinya, ternyata korban sudah tidak bernafas lagi atau telah meninggal dunia.

Meninggalnya korban kemudian disampaikan saksi kepada pihak security. Selanjutnya security di pos mile 38 menghubungi petugas Polsek Kuala Kencana melaporkan peristiwa ini.

Petugas Polsek Kuala Kencana dipimpin Wakapolsek Ipda Sera kemudian mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba kemudian mengambil keterangan dari saksi-saksi, dilanjutkan melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban untuk dibawa menuju rumah duka di SP 2. Proses evakuasi dilakukan kepolisian bersama dengan security.

Berdasarkan pemeriksaan petugas terhadap saksi, dijelaskan kalau sebelumnya korban sempat mengeluh kesakitan pada bagian leher dan dada, disertai badan terasa dingin (Menggigil-red). 

Atas meninggalnya korban, pihak keluarga tidak memberikan kesempatan tim medis untuk melakukan visum. Tim medis akhirnya menyampaikan surat pernyataan penolakan tindakan visum kepada keluarga korban untuk ditandatangani. Rencananya, hari ini Selasa (01/08) jenazah korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum, selanjutnya korban di evakuasi ke rumah duka SP 2,” kata Kapolsek Kuala Kencana, AKP Junan Plitomo Kambey saat dikonfirmasi. (Ricky/Saldi)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment