Diminta Disnakertrans Pera Kontrol Ketat Kontraktor

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Salah satu Tokoh Pemuda Kwamki Narama Robert Magai meminta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Perumahan Rakyat (Disnakertrans Pera) Kabupaten Mimika mengontrol ketat dan berkoordinasi dengan pihak kontraktor. Pengontrolan ketat kontraktor itu terkait dengan penanganan pembangunan rumah warga di Kwamki Narama, kontraktor membangun rumah tidak setengah-setengah.

“Saya tegaskan kepada Kepala dinas, masalah pembangunan perumahan sosial yang dibangun  Disnakertrans Pera yang sudah dua tahun tidak selesai-selesai,”  kata Robert Magai saat ditemui Salam Papua di Kwamki Narama, Senin (28/8).

Robert menjelaskan, bukan hanya tahun 2015 saja, tetapi hal yang samapun terjadi di tahun 2016. Terbukti ada 5 sampai 6 rumah yang pengerjaannya belum rampung, progress pembangunan berkisar dari 45% hingga 80%.

“Dari tahun 2015 ada dua rumah yang tidak selesai.  Satu rumah itu 50% dan satunya lagi itu 75%, dan sampai saat ini Dinas dan kontraktornya yang bersangkutan tidak pernah selesaikan,” jelasnya.

Ia meminta agar Disnakertrans Pera  mengontrol pembangunan rumah warga di Distrik Kwamki Narama hingga 100%. Sebab rumah yang dibangun belum selesai pengerjaan menjadi tanggung jawab Dinas yang bersangkutan. Apabila belum rampung, maka warga enggan untuk menempati rumah tersebut.

“Tahun 2016 itu ada tiga rumah, itu tidak selesai rumah, ada 45%, 50% dan 80% dan tidak pernah dibangun sampai selesai 100%, jadi anggaran sisa dari dinas itu kalau bisa segera dikasih keluar untuk selesaikan rumah-rumah itu,” pintanya.

Sementara itu Kadistrik Kwamki Narama Yulius Murib, SH kepada Salam Papua menyampaikan hal yang sama, namun lebih ditekankan kepada pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Karena Dinas sering mengeluarkan anggaran untuk mengerjakan program sering kali telah mengestimasi pembiayaan hingga tuntas, sehingga bisa saja menjadi kelalaian pihak kontraktor.
“Memang dari dinas itu sudah kasih dana tapi dari kontraktor yang tidak kasih selesai,” ujarnya.

Dia  meminta kepada Dinas terkait agar pembangunan yang belum selesai di Kwamki Narama sebisanya berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk melanjutkan pembangunan hingga selesai dan bisa ditempati perumahan itu oleh warga.

“Jadi kami minta supaya rumah yang belum selesai itu ada beberapa persen itu segera kepala dinas harus menyurat ke kontraktornya itu supaya pekerjaan sisa itu kalau bisa diselesaikan,” pintanya (Ricky Lodar).


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment