Dinkes Datangkan Dokter AS Periksa Cacing Pita

Bagikan Bagikan
SAPA (WAMENA) - Dinas Kesehatan Provinsi Papua mendatangkan dr Sukuan Handali dari Atlanta, Amerika Serikat untuk memeriksa 9.600 sampel darah cacing pita babi yang diambil dari 10 kabupaten di provinsi ini.

"Jadi dokter yang didatangkan Dinkes Papua dari Amerika Serikat itu namanya dr Sukuan Handali. Dia orang Indonesia, tapi sekarang dia di AS," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Provinsi Papua dr Aaron Rumainum ketika dikonfirmasi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (21/8).

Menurut dia, dulu dr Sukuan lama bertugas di Wamena, Kabupaten Jayapura, namun pindah tugas dan kini bertugas di Pusat Pengendalian Penyakit di Atlanta, AS.

"Sekarang dia sedang datang ke Kota Jayapura dengan biaya dari dana otonomi khusus dari APBD Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini diambil dari DPA Dinkes Papua yang bersumber dari dana otsus," ujarnya.

Aaron mengatakan, dokter Handali didatangkan untuk membaca 9.600 sampel darah yang sudah diambil sejak 2016 lalu. Sampel darah yang diambil untuk diperiksa itu, guna mengetahui apakah ada cacing pita babi di dalam tubuh seseorang atau tidak.

Pengambilan sampel darah diambil dari 10 kabupaten di Papua di antaranya Kabupaten Biak Numfor, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Jayapura, Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.

"Pengambilan sampel darah itu dari Litbang Biomedis, tapi melibatkan teman-teman dari Dinkes provinsi untuk pengambilan sampel, dan hasilnya baru bisa dua pekan lalu, lewat telekonferensi dengan dr Sukuan," ujarnya lagi.

Pemeriksaan ini tidak bisa dilakukan di Indonesia, pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan di AS.

Pembacaan sampel darah ini, kata dia, dilakukan pada Senin pada salah satu hotel ternama di Jayapura.

"Hasil sampel darah yang diperiksa akan diseminasi dan didiskusikan di hotel itu, pada Senin ini juga," ujarnya pula.

Dalam pertemuan sekaligus diskusi itu, menurut dia, dihadiri oleh praktisi-praktisi cacing pita babi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen), Fakultas Kedokteran Uncen, dan Poltekkes Kementerian Kesehatan Jayapura.
"Kami mengundang lintas sektor yakni Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat, untuk hadir dalam pertemuan itu," kata dia. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment