Dinsos Diminta Rangkum Data KKM Penerima PKH

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang meminta Dinas Sosial (Dinsos) merangkum data seluruh masyarakat yang tergolong sebagai Keluarga Kurang Mampu (KKM) sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Usulkan semua masyarakat yang memang Kurang Mampu. Saudara-saudara kita di pegunungan dan pesisir pantai semuanya kurang mampu sehingga perlu diusulkan semuanya. Jumlah 6.825 itu sangat kurang,” kata Yohanis ketika membuka acara Lounching Penyaluran PKH dan Bantuan Pangan Non Tunia (BPNT) di Bolbaigo, Keuskupan Timika, Jalan Cenderawasih, Jalur SP 2, Senin (28/8).

Menurut Yohanis jumlah Kepala Keluarga (KK) yang sat ini menerima dana PKH adalah 6.825. Jumlah tersebut  sangat kurang dan tidak menjangkau seluruh KKM di Mimika,  jika ditinjau dari pegunungan hingga ke pedalaman pantai.

Dia mengharapkan agar selain menyalurkan bantuan dari Pusat, Dinsos Mimika juga harus bisa memprogramkan secara khusus penyaluran bantuan yang dilakukan secara rutin dan bergilir bagi masyarakat Mimika.  Supaya masyarakat kurang mampu tidak perlu mengajukan proposal.

Selain hal tersebut, Dinsos harus mendata masyarakat penerima dengan berpihak kepada masyarakat yang benar-benar kurang mampu.

“Untuk apa masukan keluarga yang sudah sejahtera? Kalau sudah pakai mobil dan menggunakan perhiasan emas, maka itu tidak perlu dapat bantuan karena sudah sejahtera,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh masyarakat penerima PKH harus bisa memanfaatkan bantuan tersebut secara tepat sasaran. Sehingga masyarakat bisa menutupi kekurangan dalam rumah tangga. Dan  masyarakat harus bisa bersyukur dengan bantuan yang telah diberikan. Meski kurang, namun jika dimanfaatkan secara baik bisa menutupi kebutuhan hidup rumah tangga.

“Kalau sudah terima jangan dipakai untuk beli minuman. Pemerintah bantu untuk kesejahteraan keluarga, bukan  untuk hal yang tidak bermanfaat. Pakai saja untuk beli vitamin kalau mama-mama sedang hamil, pakaian seragam untuk anak sekolah dan kebutuhan lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BRI Timika, Sukarno mengatakan, untuk pencairan PKH dilakukan atas kerja sama dengan agen-agen BRILink, sehingga setiap penerima tidak harus ke kantor BRI.

“Agen Brilink kami sudah ada enam di Poumako sehingga bisa melayani masyarakat yang hendak melakukan pencairan dana bantuannya,” kata Sukarno. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment