Dirjen Otda Bangga Legislatif dan Eksekutif Berdamai

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) -  Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Soni Sumarsono, MDM, mengaku bangga melihat kedamaian antara pihak eksekutif dan legislatif di Kabupaten Mimika. Meski menurutnya di media sosial nampak keributan yang luar biasa terjadi, namun ketika kedua belah pihak dipertemukan bersama, ternyata menunjukan suasana damai dihati bahkan damai dibumi.

“Saya memberikan apresiasi karena melihat kematangan berfikir dari Bupati dan Ketua DPRD. Ternyata setelah saya datang langsung disini, itu damainya benar-benar dihati dan dibumi,” ungkap Soni ketika menggelar konferensi pers bersama awak media di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin, Selasa (15/8) petang.

Sebelum melakukan konferensi pers, telah berlangsung pertemuan segi tiga antara Dirjen Otda, Bupati Eltinus Omaleng dan Ketua DPRD Elminus Mom. Dalam pertemuan segitiga tersebut, Bupati dan Ketua DPRD komitmen berdamai dan siap menjalankan roda pembangunan di Mimika bersama-sama.

“Tadi kedua pemimpin ini sudah berkomitmen dengan bersalaman khas Papua (Kuts-Red). Tadi kita bertiga sudah adakan pertemuan, dan saya menginginkan kedua pemimpin ini sungguh-sungguh berkomitmen,” ungkapnya.

Soni mengakui, komitmen untuk menjalani pembangunan secara bersama di ibaratkan sebagai suami dan istri. Ini merupakan hal penting sebagai mitra yang sejajar dalam kepemerintahan dan berdemokrasi yang baik.

Selain itu, Soni pun memberikan apresiasi kepada semua Forkompida di Mimika yang telah memberikan dukungan secara penuh. Sehingga dapat menciptakan situasi kondusif antara eksekutif dan legislatif.

“Saya berterimakasih atas  dukungan penuh dari jajaran Forkompinda, karena Mimika ini butuh iklim yang kondusif,” ujarnya.

Terhitung Selasa kemarin, eksekutif dan legislatif Kabupaten Mimika kembali berdamai dan menyatakan siap menjalani tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga masing-masing. Setelah sebelumnya kedua lembaga ini tidak seiring sejalan. Perdamaian ini dihadiri Dirjen Otda RI, Asisten III Bidang Umum pada Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Papua Eli Auri, dan disaksikan Forkopimda dan perwakilan anggota DRPD.

Pada kesempatan itu, Bupati Eltinus mengakui bahwa sejak penandatanganan dan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) pengaktifan kembali anggota DPRD oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, maka semua anggota DPRD mulai diaktifkan.

“Besok (Hari ini-Red) DPRD kita sudah kerja seperti biasa. Karena sejak Gubernur tandatangan dan mengeluarkan SK pengaktifan berarti DPRD kita sudah mulai kerja,” ungkap Bupati Eltinus.

Eltinus menambahkan, dengan diaktifkannya DPRD dan adanya perdamian antara eksekutif dan legislatif, segala bentuk pro dan kontra yang selama ini terjadi akan berakhir, dan tidak diperbolehkan terulang kembali.

“Jangan lagi mendengar isu-isu yang mengatakan akan terjadi ini dan itu yang tidak baik, karena itu tidak akan terjadi. Kami siap bergandengan tangan membangun Mimika,” ujar Eltinus.

Bupati Eltinus mengatakan berterima kasih kepada Dirjen Otda yang sudah mencari solusi untuk mengakhiri polemik antara eksekutif dan legislatif. Eltinus mengaku, sudah sejak lama menunggu adanya campur tangan dari pusat untuk menyelesaikan persoalan di Mimika.

“Saya bersyukur sekali dengan kehadiran Dirjen Otda sehingga persoalan ini bisa terselesaikan. Isu-isu selama ini yang berkembang bahwa akan ada bentrok antara kubu Elminus dan Eltinus, itu tidak benar, ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua DPRD Elminus Mom juga mengatakan hal senada seperti yang dikatakan Bupati. Elminus menuding bahwa bahasa-bahasa yang selama ini tersebar di masyarakat merupakan permainan dari oknum yang ingin menciptakan situasi konflik dan polemik berkepanjangan antara eksekutif dan legislatif.

“Jadi masyarakat tidak boleh berfikiran dan mempercayai isu-isu bohong tersebut. Hari ini kami sudah di aktifkan, berarti kami siap berjalan bersama Pemkab Mimika,” kata Elminus.

Mimika merupakan daerah persinggahan dan pintu masuk pergerakan ekonomi, yang melayani 13 kabupaten di Papua. Serta Mimika sebagai daerah industri yang mampu bersaing dengan daerah berkembang lainnya di Indonesia. Dengan demikian, Elminus mengimbau semua Satuan Keraja Perangkat Daerah (SKPD) dan pegawai Sekretariat Dewan (Setwan) untuk kembali menjalankan tugas dengan baik, dan mendukung visi misi Bupati.

“Kami akan bersama-sama menjalankan tugas tanggungjawab kami terhadap masyarakat Mimika,” kata Elminus sembari merangkul Bupati Eltinus.

Sementara itu Asisten III Setda Provinsi Papua mengatakan, pesan Gubernur adalah rekonsiliasi perdamaian antara eksekutif dan legislatif agar dapat dijadikan sesuatu yang berdampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan di Mimika. Menurutnya, terutama perdamaian ini bisa memberikan suatu situasi yang aman dan kondusif bagi kelangsungan hidup masyarakat, terutama menjelang peringatan HUT RI ke 72 besok, termasuk memasuki tahapan-tahapan Pilkada serentak 2018.

“Beliau (Gubernur-Red) berharap perdamaian ini bisa berdampak positif pada pembangunan di Mimika, terutama menjelang Pilkada 2018. Karena ada delapan kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada secara serentak dengan provinsi dan kabupaten lain di Indonesia,” kata Eli Auri.

Hak Anggota DPRD Akan Dibayar
Menurut Bupati Eltinus, dengan diaktifkan kembali anggota DPRD, maka kewajiban Pemkab Mimika adalah memenuhi seluruh hak yang selama tujuh bulan lebih tidak dipenuhi.
“Kita secara sama-sama akan membahas persoalan pembayaran hak itu,” tututnya.

Menurut Bupati, Jika hak-hak tersebut belum dianggarkan, maka eksekutif akan membahasnya secara bersama-sama pada anggaran perubahan.

Eksekutif sendiri telah mempersiapkan pembahasan APBD perubahan, namun dikarenakan DPRD belum katif, maka pembahasannya menjadi terhambat. Salah satu yang akan dianggarakan dalam APBD perubahan adalah pembayaran hak-hak DPRD.


“Saya berkeinginan agar pembahasan APBD perubahan 2017 bisa dibahas bersama-sama dengan DPRD,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment