Disdukcapil Akan Terbitkan Kartu Identitas Anak

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – 2018 Mendatang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika akan menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA). KIA diberikan kepada anak dimulai dari usia nol hingga 17 tahun minus satu (Kurang satu hari genap 17 tahun-Red), untuk kepentingan dan perlindungan hak setiap anak di Mimika sebagai warga Negara Indonesia.

Hal ini disampaikan Kepala Disdukcapil Mimika, Jhon Wicklif Tegai, saat ditemui awak media di Graha Efata, Jalan C. Heatubun, ketika melakukan sosialisasi KIA, Selasa (15/8). Sosialisasi terkait KIA diberikan kepada kelurahan dan kepala kampung. Dan dijelaskan penerbitan KIA merupakan instruksi dan kebijakan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2016 lalu. Sebagai percontohan, akan dilakukan di 50 kabupaten dan kota termasuk Mimika.

“Mimika salah satu dari 50 kabupaten dan kota se-Indonesia yang menjadi daerah percontohan penebitan KIA. Karena cakupan pencapaian kepemilikan akta kelahiran sudah mencapai lebih dari 50 persen,” kata John.

John mengakui, program penerbitan KIA di anggarkan dari sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Disdukcapil setiap kabupaten dan kota. Sehingga ketika anak-anak Mimika hendak menerbitkan akte kelahiran, maka secara bersamaan dikeluarkan KIA.

Sementara dalam sambutan Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang disampaikan Asisten IV Bidang Pendidikan pada Sekretariat Daerah (Setda), Alfred Douw, menjelaskan penerbitan KIA telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 tahun 2016. Bertujuan meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta upaya pengabsahan WNI bagi seluruh anak Indonesia. Sehingga anak Indonesia termasuk di anak-anak di Mimika bisa memiliki perlindungan hukum serta ikut mengambil bagian secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

“Karena itu sebelum kita menjalankan program ini, maka diperlukan adanya sosialisasi supaya semua masyarakat mengetahui pentingnya KIA bagi anak-anak,” jelasnya.

Sosialisasi penting dilakukan sebagai upaya Pemkab Mimika memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bahwa tujuan dan manfaat KIA untuk perkembangan dan kepentingan masa depan anak seperti sebagai tanda pengenal, persyaratan  pendaftaran sekolah, melakukan transaksi keuangan di dunia perbankan, pelayanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit, pembuatan dokumentasi keimigrasian, serta sebagai upaya pencegahan terhadap praktik perdagangan anak.

“Kita harus bersyukur karena Mimika ditunjuk sebagai salah satu kabupaten sebagai percontohan penerbitan KIA di tahun 2017 ini. Semoga dengan adanya sosialisasi oleh Disdukcapil, bisa dipahami masyarakat. Karena ini demi kelangsungan hidup anak-anak kita,” ungkapnya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment