Disersi, Seorang Prajurit Korem 174/ATW Dipecat

Bagikan Bagikan




SAPA (MERAUKE) - Seorang Prajurit Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW) Merauke, Papua, Prajurit Satu (Pratu) LW dipecat dari kesatuan lantaran sering melakukan tindakan disersi.

Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhitung, 28 Agustus 2017, dilakukan secara resmi dalam upacara di Lapangan Korem 174/ATW Merauke.  Upacara PTDH dipimpin Komandan Korem 174/ATW, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dan dihadiri Pratu LW.

Danrem mengatakan, pencopotan salah satu anggotanya itu, merupakan akumulasi dari pelanggaran yang dilakukan LW selama ini. Pemecatan menjadi ganjaran terhadap pelanggaran disersi yang dilakukan LW, karena meninggalkan kedinasan berkali-kali.

“Pratu LW tak hanya sekali tidak berdinas, sehingga yang bersangkutan diberi sanksi tegas, dipecat,” tegas Danrem, Senin (28/8).

Peristiwa ini lanjutnya, menjadi bagian dari reformasi dalam tubuh TNI, sehingga kedepan Prajurit TNI semakin dicintai masyarakat. “Ini bukti bahwa kami tidak tebang pilih dalam menindak prajurit yang bersalah,” katanya.

Danrem meminta seluruh jajarannya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berarti dan mengingatkan prajurit bersungguh-sungguh mengemban tugas dan tanggung jawab.

Selain menjatuhkan saksi terhadap anggotanya yang tidak disiplin, Danrem juga memberi penghargaan kepada Sertu Yuarso, sebagai Babinsa terbaik Kodim/1707 Merauke, Koramil 1707-12 Sawaerma. Penghargaan berupa traktor dari Kementerian Pertanian diserahkan secara langsung Danrem Asep Setia Gunawan.

Lewat dukungan satu unit traktor diharapkan anggotanya termotivasi menjalankan tugas, termasuk mendukung dalam mengelola sawah dan membantu masyarakat di tempat tugas. (Nuryani/Arjuna)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment