Dispendasbud Yang Bertanggungjawab Penuh Selesaikan Insentif

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) –  Asisten IV Bidang Pendidikan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Alfred Douw menegaskan penyelesaian persoalan Insentif yang selama dituntut Guru-guru menjadi  tanggungjawab penuh Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) selaku pengguna anggaran.

 “Memang kami sudah lakukan satu kali pertemuan. Dan nanti juga masih ada pertemuan lanjutan, tapi itu hanya untuk mencari solusi saja. Kerena berdasarkan tugas dan fungsingnya yang lebih bertanggungjawab itu Dinas terkait,” katanya ketika diwawancarai usai mengikuti apel pagi di halaman Kantor Sentra Pemerintahan, Jalan Cenderawasih, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Senin (31/7).
Dia mengatakan, meski  perwakilan pemimpin daerah serta pemangku jabatan lingkup Pemkab telah melakukan pertemuan secara interen dalam mencari solusi penyelesaian persoalan Insentfi tersebut. Namun yang lebih berkompoten dalam menemukan titik akhir adalah Dispendasbud.

Diakuinya hingga saat ini proses verifikasi terhadap keabsahan guru masih dilakukan Dispendasbud agar mengetahui secara pasti data guru yang berhak menerima atau pun tidak menernima.  Namun, hasil verifikasi tersebut baru menunjukan sebagian saja terkait siapa yang berhak dan siapa yang sama sekali tidak berkenan menerima insentif.

“Verifikasi itu serius dilakukan karena untuk mengetahui siapa guru yang benar-benar mengabdi dan siapa yang hanya menitipkan namanya saja, lalu tidak menjalankan tugas. Tapi  itu Dispendasbud yang tahu pasti,  siapa yang dapat dan siapa yang tidak dapat,” akunya.

Sedangkan ditanya upaya dalam mengatasi berjalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaporkan telah fakum pasca para guru melakukan aksi mogok, Alfred mengakui akan berusaha untuk mencari jalan kelaur yang terbaik. Agar anak-anak atau murid pada setiap guru mogok bersekolah tidak menjadi sasaran.

“Uang itu tidak penting, namun yang penting itu anak-anak. Kami sudah mulai bahas terkait dampak mogoknya para guru. Kita tidak tahu kapan berakhir persoalan ini, tapi kita ikuti saja perkembangannya,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment