Dispenmen Akan Memberikan Sanksi Pegawainya

Bagikan Bagikan


*Pegawai Dispenmen jangan campuri urusan Dispendasbud
SAPA (TIMIKA) – Mengingat dalam sepekan belakangan di Kabupaten Mimika dihebohkan dengan viralnya postingan provokatif, dalam akun media sosial Facebook Demmy Daskunda milik seorang berinisial DD selaku staf Kepegawaian di Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen). Armin Wakerkwa, S.Pd., M.Si selaku kepala Dispenmen, meminta secara tegas seluruh pegawainya untuk tidak mencampuri urusan atau persoalan yang terjadi pada Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud).

Armin ketika ditemui Salam Papua diruang kerjanya, Senin (31/7) mengatakan, postingan yang dilakukan oknum DD dalam akun Facebook secara tidak langsung telah melibatkan diri atau mencampuri urusan Dispendasbud. Menurut Armin, poin-poin dan pernyataan dalam postingan tersebut juga merupakan sesuatu yang mengundang paham-paham negatif dan melanggar hukum.

“Saya minta dengan tegas supaya semua pegawai saya tidak boleh mencampuri urusan dinas dasar (Dispendasbud-red). Saya bicara ini mewakili bupati. Karena dinas dasar adalah dinas dasar, dan menengah tetap pada tupoksinya pada bidang menengah,” kata Armin.

Menurut Armin, postingan yang dilakukan DD telah menimbulkan kekecewaan bagi uskup, pastor, dan hamba-hamba Tuhan serta tokoh agama. Karena telah memojokkan pribadi seorang pastor.
“Saya akui yang dilakukan pegawai saya itu sangat salah dan tidak boleh terjadi lagi,” tuturnya.

Persoalan penerimaan dan penuntutan dana tunjangan tambahan penghasilan (TPP) yang disebut juga dengan insentif, bukan hanya diperuntukan bagi guru ASN, tetapi juga bagi guru swasta (Honorer-red) sebagai motivasi yang diberikan oleh Pemkab Mimika. Dengan demikian, jika tokoh agama terlibat atau bersimpati terhadap persoalan tuntutan insentif, maka hal tersebut merupakan suatu kewajaran.

Sebagai konsekuensi terhadap DD, Armin mengatakan akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Namun karena saat ini pegawai tersebut telah diproses secara hukum, maka sanksi berupa teguran akan dilakukan usai proses hukum.


“Intinya saya akan kasih sanksi, bahkan pengusulan pemecatan saja bila perlu,” katanya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment