Distrik Miru Gelar Temuwicara Bahas Pekat

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kepala Distrik Mimika Baru (Miru) Drs. Ananias Faot, MSi mengatakan, pihaknya tengah melaksanakan temuwicara antar instansi di lingkup distrik untuk membahas tentang penanganan kasus HIV/AIDS, narkoba, miras, aibon serta penyakit masyarakat (pekat) yang menjadi ancaman bagi negara, secara khusus masyarakat Mimika.

“Sebenarnya manfaat dan tujuan dari kita dialog dan diskusi ini ada banyak hal krusial yang kita di Distrik Miru hadapai seperti HIV AIDS narkoba yang sudah merajalela kemudian masalah-masalah social lainnya,” kata Ananias, Rabu (16/8).

Anasias menjelaskan, setelah pertemuan tersebut ada hasil yang akan direkomendasikan ke pimpinan daerah. Karena masalah HIV/AIDS, narkoba, aibon, miras dan pekat lainnya merupakan ancaman bagi generasi muda yang perlu ditangkal sedini mungkin.

“Itu yang kita angkat dan kita diskusikan dan akhir dari diskusi ini seperti yang tadi sudah disampaikan kesimpulannya yang direkomendasikan ke pimpinan dengan kegiatan-kegiatan yang menunjang masalah-masalah tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu contoh ancaman berasal dari narkoba yang saat ini sudah masuk dalam ancaman nasional. Karena dalam sehari 1 sampai 50 orang meninggal dunia akibat mengonsumsi narkoba, tanpa disadari banyak yang menjadi korban terutama diusia produktif, sehingga hal tersebut perlu yang perlu di antisipasi terlebih dahulu.

“Yang paling prioritas itu HIV AIDS dan narkoba karena ini secara nasional menjadi bagian yang ancaman bagi bangsa ini,” katanya.

Untuk mengantisipasinya, Ananias mengatakan, perlu kerja keras dari BNN Kabupaten Mimika. Namun semenjak berdirinya BNNK Mimika kurang dua tahun BNNK belum bekerja maksimal. Perlu dukungan dari Pemkab Mimika dalam hal financial dan dukungan lainnya agar kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkoba oleh BNNK bisa berjalan maksimal . Kendati demikian tidak terlepas juga dengan peran serta masyarakat.

Dirinya berharap, pertemuan temuwicara yang dilakukan secara berkala yang didalamnya ada Distrik Miru, Yapeda, Polsek Miru, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BNNK, dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang fokus utamanya mulai dari tingkat pendidikan SD sampai perguruan tinggi. Karena generasi muda rentan terhadap ancaman-ancaman tersebut.


“Jadi untuk menyikapinya kita akan melakukan pertemuan secara berkala dalam bentuk kegiatan mulai dari distrik kemudian BNN, Yapeda ke Kepolisian yang difokuskan pada tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi karena sudah mengancam generasi muda,” katanya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment