DPRD Mimika Resmi Diaktifkan

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jendral Otonomi Daerah (Ditjen Otda) resmi mengaktifkan kembali keanggotaan DPRD Mimika yang sudah vakum selama kurang lebih 10 bulan. Surat Keputusan (SK) pengaktifan tersebut ditanda tangani oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, S. IP. MH dan diserahkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Otda Soni Sumarsono di kantor DPRD Mimika lantai 3 raung pleno, Selasa (15/8).

Hadir dalam acara pengaktifan tersebut rombongan dari Kemendagri Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono, Kasubdit Otda khusus Papua dan Papua Barat Thomas Umbu Pati, Biro Hukum Dirjen Otda Andi Batara, Kasubid Penanganan Konflik Sosial Kemendagri Heru Matador, Ahli Hukum Kemndagri Dr. Sukoco, Malik Ibrahim, Asisten III Setda Provinsi Papua Ely Auri, Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Musa Isir, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon S.IK, Danlanal Timika Letkol Laut (P) Yosafat Indarto, S.T, Dandim 1710 Timika Letkol Inf Windarto, S.Sos, Danlanud Timika Letkol Pnb Agustinus Gogot Winardi, Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom, SE, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE. MH, Kajari Timika Alex Sumarna, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Timika Dominggus R Behuku, Asisten I setda Mimika Demianus katipo.

Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom sepatah dua kata saat penyambutan tim dari Ditjen Otda mengatakan, perjuangan yang dilakukan anggota DPRD Mimika cukup panjang, namun menjelang perayaan HUT RI ke 72, seluruh anggota DRPD Mimika bersama masyarakat bisa merasakan hasil perjuangan tersebut. Hal tersebut tidak terlepas dari kehendak Tuhan, sehingga ada pembangunan di Mimika baik penegakan hukum dan penataan sistem pemerintahan yang baik.

“Perjuangan kita cukup panjang, dan menjelang HUT RI, kita (anggota dewan) bisa diaktifkan kembali, sehingga kita bisa rubah system pemerintahan yang baik,” kata Elminus dalam sepatah katanya di hadapan Dirjen Otda Soni Sumarsono dan seluruh anggota DPRD Mimika. 

Lanjut Elminus, kehadiran DPRD Mimika telah diatur didalam UU. Dengan demikian, dirinya berpesan kepada seluruh anggota dewan agar perjuangan telah berakhir, dan hasil dari perjuangan tersebut harus laksanakan dengan baik sesuai dengan tugas pokok DPRD Mimika.

“Kehadiran DPRD itu diatur didalam UU, jadi setelah diaktifkan kita harus laksanakan tugas dengan baik,” lanjut Elminus.

Dirinya juga mengharapkan dengan diterbitkan SK pengaktifan DPRD Mimika menjadi awal yang baik untuk pembangunan di Mimika. Dirinya juga meminta maaf kepada Presiden RI, Kemendagri,  Kemenkumham, Gubernur Papua, Bupati Mimika, atas tindakan yang dilakukan oleh pihak anggota DPRD Mimika yang melakukan aksi pemalangan jalan dan pembakaran ban. Hal tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh lembaga tinggi dalam hal ini DPRD.

“Kami minta maaf kepada Presiden, Mendagri dan pihak terkait, karena sudah melakukan aksi,” pintanya.

Sementara itu sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe yang dibacakan oleh Asisten III Setda Provinsi Papua Ely Auri mengatakan, kehadiran tim dari Kemendagri dan Provinsi Papua bertujuan untuk menyusun kembali keanggotaan DPRD Mimika sesuai SK Gubernur Papua nomor Nomor 155.2/192/2017 tentang Pengesahan Keanggotaan DPRD Mimika. Untuk menata kembali system pemerintahan yang selama ini tidak berjalan dengan baik, serta tidak melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi. Tapi bagaimana kedua bela pihak saling memaafkan demi pembangunan dan kemajuan Mimika.

“Tujuan kami untuk menyusun keanggotaan DPRD Mimika, dan setelah diaktifkan DPRD Mimika bisa melaksanakan tugas kembali. Melupakan persoalan yang terjadi demi pembangunan Mimika,” kata Ely Auri.

Sementara itu Dirjen Otda Soni Sumarsono dalam sambutannya mengatakan, persoalan Mimika yang terjadi perlu dijadikan sebuah kenangan dan bukalah lembaran baru untuk membangun Mimika dari stigma masyarakat Timika (Tiap Minggu Kacau)  berubah menjadi Tiap Minggu Kasih Allah. Dengan demikian, masyarakat ingin merasakan pembangunan serta pelayanan yang berpihak kepada rakyat. Bukan polemik yang ditimbulkan oleh eksekutif dan legislatif.


“Buka lembaran baru, dan rubah stigma Tiap minggu kacau menjadi tiap minggu kasih Allah,” harapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment