Dua Pemerkosa Terancam 12 Tahun Penjara

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kepolisian Resor Mimika menggelar konferensi pers kasus pemerkosaan yang terjadi di area bendungan, Jalan Freeport lama pada Senin (7/8) sore, dengan menghadirkan dua tersangkanya berinisial EH alias Edi (23) dan TAA alias Frans (16). Dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon ini, kedua tersangka dinyatakan terancam dengan hukuman 12 tahun penjara.

Tersangka Edi dan Frans, kata kapolres, diduga melakukan aksi pemerkosaan terhadap korbannya seorang mahasiswi berinisial HB. Atas perbuatan itu, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 285 KUHP yang berbunyi, Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia, dihukum, karena memperkosa, dengan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun, juncto Pasal 55 KUHP.

“Dua pelaku berinisial EH dan TAA dijerat pasal pemerkosaan dengan hukuman 12 tahun penjara,” kata Kapolres AKPB Viktor D Mackbon.

Dijelaskan kapolres, kejadiannya berawal ketika korban sedang berjalan dengan pacarnya hendak mencari kayu bakar di area tanggul. Kemudian kedua tersangka membuntuti keduanya dari arah belakang, dan seketika itu korban bersama pacarnya disergap kedua tersangka menggunakan sebilah parang.

Karena mengancam kedua korban dengan sebilah parang, pacar korban yang saat itu dalam keadaan panik, melarikan diri meninggalkan korban di tempat kejadian perkara (TKP) dan korban pun tidak mampu berbuat apa-apa. Pada kesempatan itulah kedua tersangka melancarkan aksi bejatnya.
“Mereka (Tersangka-red) menangkap kedua korban, pacarnya lari dan korbannya diperkosa,” kata Victor menjelaskan kronologis kejadian.

Dari keterangan kedua tersangka, masing-masingnya melakukan aksi bejatnya terhadap korban sebanyak enam kali. Usai melakukan aksi bejatnya, kedua tersangka lalu meninggalkan korban dalam keadaan lemas, lalu bersembunyi tidak jauh dari TKP.

Korban yang sudah sejak jauh hari men-download aplikasi Amole Polres Mimika, kemudian membuka aplikasi tersebut lalu menekan tombol Panic button. Selanjutnya informasi yang disampaikan korban melalui aplikasi Amole secara otomatis diperoleh Satuan Reskrim, Polsek Mimika Baru, Satuan Sabhara dan unit Perintis. Saat itu juga petugas lalu merespon menuju TKP, dan mendapatkan korban dapat diselamatkan.

“Korban menekan panic button, jadi langsung direspon oleh operator di Polres Mimika, dan memberitahukan ke Satreskrim dan Polsek Miru untuk merespon informasi itu,” kata kapolres.

Selain menemukan korban dalam keadaan selamat, petugas pun melakukan penyisiran di sekitar TKP. Kurang lebih dua jam, petugas berhasil menangkap kedua tersangka yang berada tidak jauh dari TKP. Petugas juga mengamankan barang bukti celana panjang berwarna ungu dan celana dalam berwarna merah muda, sebilah parang yang digunakan tersangka untuk menodong, sejumlah uang, handphone milik korban serta kalung emas.

Kapolres mengatakan, aksi yang dilakukan kedua tersangka bukan hanya pemerkosaan, tetapi kedua tersangka turut melakukan aksi pencurian disertai kekerasan (Curas), karena mengambil barang berharga milik korban dengan cara dipaksa. “Bukan hanya pemerkosaan, tapi juga curas,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK menghimbau, masyarakat dan terlebih khusus kaum muda mudi agar tidak menggunakan area bandara, bendungan dan sekitarnya sebagai tempat berduaan (Pacaran-red). Sebab dari data dan laporan polisi dari tahun ke tahun, kawasan tersebut merupakan area berbahaya akan tindak kriminal pemerkosaan, sehingga perlu di antisipasi semua pihak.

“Mungkin masyarakat Mimika sudah tahu bahwa kawasan di dekat bendungan itu sering digunakan oleh kaum muda-mudi untuk berpacaran. Iya sebenarnya tidak ada daerah rawan, tetapi harus kita antisipasi karena kejadian dari tahun ke tahun sering terjadi pemerkosaan di daerah tersebut,” kata Kasat Reskrim.


Kini, kedua tersangka telah mendekam dirumah tahanan Polres Mimika, dan selanjutnya menjalani proses hukum hingga ke meja hijau. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment