Enam Sub Penyalur BBM Masuk Asmat

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Enam sub penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dalam waktu dekat akan beroperasi di sejumlah distrik di Kabupaten Asmat. Penambahan enam sub penyalur di Asmat itu sebagai upaya untuk mewujudkan Progam BBM Satu Harga yang dicetuskan Presiden Joko Widodo.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat, Marthinus Roempoembo mengatakan, enam sub penyalur BBM subsidi akan beroperasi di 6 distrik di antaranya Safan, Pantai Kasuari, Ayip, Pulau Tiga dan Omor.

Dari 6 sub penyalur itu, dua di antaranya sudah memenuhi syarat BPH Migas dan akan di-launching pada tanggal 20 September mendatang.

“Setelah diinstruksikan bupati, kami langsung tindaklanjuti, dan kini sudah ada 6 sub penyalur yang terdaftar di BPH Migas. Yang sudah siap launching itu di Kampung Bayun Distrik Safan dan Distrik Pantai Kasuari,” kata Marthinus, Senin (28/8).

Dikatakannya, tim dari BPH Migas sudah melakukan survey dan verifikasi lokasi dan pangkalan sub penyalur di Kampung Bayun Distrik Safan dan Distrik Pantai Kasuari. Dua pangkalan tersebut akan diresmikan pada 20 September, selanjutnya beroperasi.

“6 pangkalan itu sesuai surat keputusan (SK) bupati, kemudian disetujui BPH Migas. Tim BPH Migas mengatakan dua pangkalan sudah memenuhi syarat. Nanti saat launching dihadiri Kementerian ESDM, BPH Migas, Pertamina dan pemerintah daerah,” tuturnya.

Marthinus menjelaskan, empat sub penyalur lainnya sementara mencari lokasi yang tepat di distrik sasaran (distrik yang telah ditetapkan). BBM subsidi untuk sub penyalur tersebut akan dipasok oleh PT. Anugrah, salah satu agen BBM subsidi di Agats.

“Agen pemasok juga sudah ditetapkan dalam SK Bupati. Jadi ada 4 SK, di antaranya agen, sub, pemuatan dan harga. Kalau sudah berjalan, Pemda yang akan awasi sub-sub penyalur ini,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Asmat Elisa Kambu menyatakan, pemerintah daerah setempat akan menambah sub penyalur BBM sudsidi di kabupaten tersebut untuk menstabilisasikan harga dan mencegah kelangkaan minyak.

“Kebijakan BBM Satu Harga di Papua sudah jelas. Untuk itu kita di daerah harus memanfaatkan peluang ini,” katanya.

Menurut bupati saat ini hanya ada beberapa agen penyalur BBM di Kabupaten Asmat. Jumlah tersebut dinilainya masih sangat kurang, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di daerah pedalaman.


“Kalau sudah ada sub-sub penyalur, ini bisa mencegah kesenjangan harga dan kelangkaan minyak. Bayangkan di Pantai Kasuari itu harga bensin Rp15.000-Rp20.000 per liter. Masyarakat yang susah. Jadi harus ada terobosan pemerintah untuk tambah sub penyalur,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment