Harga Semen di Puncak Jaya dan Wamena Menurun

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mengatakan, harga semen di Puncak Jaya yang sebelumnya mencapai Rp1,5 hingga 2 juta, kini menjadi Rp500 – 580 ribu per sak. Sedangkan di Wamena menjadi Rp370 ribu.

"Ini coba kita lakukan pelan-pelan, bagaimana kita bisa turunkan cost logistik," kata Rini kepada wartawan, Rabu (23/8), saat kunjungannya di Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua.

Kata dia, agar biaya logistik bisa menurun, semen diambil dari Makassar menggunakan kapal ke Timika, selanjutnya di distribusikan menggunakan pesawat ke beberapa kabupaten tetangga termasuk Puncak Jaya dan Wamena.

"Volume semen dari Makassar ke Timika untuk sekali kirim mencapai 312 ton atau 13 kontainer," katanya.

Penurunan harga semen, lanjut Rini, bukan subsidi. Melainkan BUMN bersinergi untuk secara komersial menurunkan cost dan margine Pelni, sehingga prosesnya lebih optimal.

"Sehingga nantinya kita juga akan pikirkan kontainer untuk tepung, gula dan beras. Supaya cost-nya bisa lebih tertekan untuk logistik. Jadi kita terus mencoba bagaimana logistik costos ini bisa diturunkan,"ujarnya

Menurunnya harga semen di Puncak Jaya dan Wamena, diharapkan dapat memacu peningkatan pembangunan di daerah tersebut.

"Pada saat kirim bersamaan, selain semen kita juga akan bawa besi, supaya cost-nya murah, walaupun besi bukan produk kita. Mungkin kita juga bantu supaya cost lebih rendah," harapnya.

Saat ini pasokan semen untuk Puncak Jaya di ambil dari Wamena dengan menggunakan jalur darat, dan perjalanan paling lama dua hari.

Karena itu pihaknya berharap pemerintah setempat dapat melakukan perbaikan infrastruktur jalan dari Wamena ke Puncak Jaya. Agar pengiriman jalur darat dapat lebih mudah dan akan berimbas pada penurunan biaya distribusi semen.
“Dan kita berusaha supaya lebih turun lagi, dengan harga yang ada,” harapnya. (Albin)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment