IPM Kabupaten Asmat Tergolong Rendah

Bagikan Bagikan

SAPA (ASMAT) – Bupati Asmat, Elisa Kambu mengungkapkan, indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Asmat tergolong rendah. IPM Kabupaten Asmat menempati urutan ke 19 di Provinsi Papua.
Bupati Elisa menjelaskan keberhasilan pembangunan terlihat dari peningkatan IPM. Setelah ‘bertengger’ di urutan ke-19 pada tahun 2015, sambungnya, nilai indeks pembangunan manusia di Kabupaten Asmat mulai beranjak naik di tahun 2016.
“Nilainya 46,62 point di 2015, dan naik ke 47,26 pada tahun 2016. Memang mengalami pertumbuhan, tapi masih rendah. Kita berada pada urutan ke-19 dari 29 kabupaten/kota,” kata Bupati Elisa, Senin (14/8) malam.
Ia berharap agar program pemerintah dan peran masyarakat lebih dioptimalkan, sehingga nilai IPM bisa naik pada tahun berikutnya. Indikator IPM yang mengalami peningkatan di tahun 2016, antara lain angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran.
“Tahun lalu, rata-rata lama sekolah hanya pada tingkat sekolah dasar, dan ini menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah. Masyarakat juga harus berperan aktif,” pintanya.
Elisa Kambu juga mengungkapkan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Asmat mengalami perlambatan di tahun 2010 hingga 2015, yaitu berturut-turut sebesar 8,78 persen, 7,13 persen, 6,14 persen dan 4,80 persen.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asmat baru mengalami peningkatan pada tahun 2016, yakni sebesar 6,39 persen. Tahun 2016 merupakan titik balik pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, katanya.
Ia mengklaim, pertumbuhan tersebut menunjukkan pulihnya perekonomian di Kabupaten Asmat. Diharapkan ekonomi kabupaten tersebut terus bertumbuh dari tahun ke tahun, dan berada pada posisi stabil.
“Selain itu, akuntabilitas kinerja Pemkab Asmat juga meningkat di tahun 2016. Begitu pun dengan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah, serta penghargaan dari pemerintah pusat dan BPK RI terhadap pengelolaan keuangan tahun 2016 dengan opini WTP,” imbuhnya.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Asmat, Brent Jensenem memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang memperoleh predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

“Di tahun 2016 untuk ke empat kalinya Kabupaten Asmat mendapat predikat opini WTP. Hal ini memotivasi sekaligus menuntut kinerja pemerintah daerah yang lebih baik,” tambahnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment