IT, Meretas Ruang dan Waktu tanpa Batas

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – CEO PT. Inixindo Amiete Mandiri (Inixindo Bandung), Ray Manurung menegaskan pemanfaatan Information Teknology (IT) atau teknologi informasi pada hakekatnya bertujuan meretas ruang dan waktu tanpa batas.

PT. Inixindo Amiete Mandiri (Inixindo Bandung) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelatihan IT dan membantu memecahkan masalah keseharian dalam bidang Information Teknology (IT) atau teknologi informasi.

“Inixindo Bandung yang saya sedang kembangkan saat ini  rekanan dari perusahaan yang dipercaya menjadi authorized partner dari perusahaan Internasional yang memiliki reputasi IT terbaik di dunia saat ini. Jadi, Inixindo Bandung ini suatu perusahaan yang memberikan sertifikasi Internasional di bidang IT,”  kata Ray kepada Salam Papua di Waanal Coffee, Kamis (10/8).

Ray menjelaskan, pemanfaatan IT dalam era serba digital saat ini untuk mempermudah dan membantu daur informasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Daur hidup atau biasanya disebut dengan istilah life cycle. Artinya fakta, data dan informasi akan bermuara pada pengetahuan (knowledge) yang akan menentukan sebuah kebijakan.  Maka dengan adanya teknologi daur hidup tersebut, masyarakat bisa terbantu dalam membuat, mengubah, menyimpan, menyebarluaskan informasi dan lain-lain.

“Saya mau sederhanakan pemanfaatan terakhir itu golnya demi pelayanan yang prima dalam kehidupan masyarakat,” kata Ray yang kelahiran Kampung Waa Tembagapura. Ray juga anggota tim juri Kemenkominfo yang ikut menentukan Kabupaten Mimika terpilih sebagai salah satu kabupaten dari 25 kabupaten di Indonesia yang menerapkan program smart city.

Ray mengaku terlibat penuh mengelilingi semua provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia sebagai anggota tim juri untuk menentukan 25 kabupaten/kota yang akan menerapkan program smart city.

“Saya sudah keliling semua provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia untuk menentukan kabupaten mana yang bisa menerapkan smart city di Indonesia. Mengapa saya ikut menjadi anggota tim juri? Karena perusahaan Inixindo Bandung yang saya kembangkan dan bergerak dalam bidang pelatihan IT memiliki sertifikasi intenrnasional,” kata Ray. “Saya ingin kota kelahiran saya juga bisa menjadi sebuah smart city, tambah Ray.

Ketika ditanyai soal konsep smart city, Ray menjelaskan, inti dari smart city berdasarkan ISO 37210 tentang quality of life dan city service. Artinya menata kota menjadi smart dan memiliki kualitas hidup dan pelayanan yang prima kepada masyarakat dengan menggunakan IT. Tetapi, smart city juga bisa tanpa IT, dengan cara menerapkan sebuah konsep kota yang warga masyarakatnya memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Ia mencontohkan, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menerapkan smart city yang tidak menggunakan IT. Tetapi, ia membangun ruang-ruang kumuh menjadi tempat rekreasi bagi warga masyarakat. Jadi, warga walau hidup sederhana, ketika ia keluar dari rumah, ia bisa mengunjungi tempat rekreasi sambil menonton keindahan kota, pasti terhibur dan merasa bahagia.

 “Itu yang saya bilang menciptakan sebuah kota yang memenuhi qulity of life. Contohnya seperti di Bandung. Saya berharap sebagai anak kelahiran Timika meski Kabupaten Mimika misalnya nanti tidak berbasis IT, tetapi suasana kehidupan kotanya smart city. Apalagi smart city Timika berbasis IT, mestinya semakin memenuhi quality of life,” ujarnya.

Ray yang sudah melanglang buana hingga Brasil menceriterakan salah satu kota dekat pelabuhan di Brasil, tepatnya di Rio Jeneiro yang warganya miskin, tetapi pemerintahnya menyediakan sarana dekat pelabuhan itu sebagai tempat rekreasi. Warga  bisa menikmati kesenangan dan kebahagiaan di pelabuhan sambil  memandang keindahan laut.

“Itu yang membuat saya berjuang lewat perusahaan yang saya pimpin agar Timika  dikembangkan menjadi kota smart city sehingga warga Timika bisa memiliki hidup yang lebih berkualitas,” tegasnya. (Fidel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment