Kapolda Lakukan Diskresi Kepolisian Larangan Aksi

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) -  Kedepannya, khususnya di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar melakukan diskresi kepolisian pelarangan melakukan aksi dalam bentuk apapun oleh kelompok non karyawan. Alasannya, kepolisian telah mengidentifikasi bahwa kelompok ini melakukan aksi unjuk rasa dengan cara anarkis.

“Kedepan khusus di Timika ini, bagi mereka yang kemarin melakukan sudah kita identifikasi kelompoknya. Kita melakukan pelarangan. Saya melakukan diskresi kepolisian untuk melarang mereka melakukan aksi-aksi seperti itu lagi dan turun ke jalan,” tegas Boy Rafli Amar, Senin (21/8), usai apel gelar pasukan di Lapangan Timika Indah.

Selain melarang turun jalan, Kapolda memberikan solusi kepada kelompok yang dimaksud untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka. Yaitu dengan cara ditempuh melalui jalur hukum untuk menyampaikan hal yang menjadi perjuangan dalam menuntut hak kepada PT Freeport Indonesia.

Hal yang terjadi pada Sabtu 19 Agustus 2017 kemarin, melakukan aksi unjuk rasa secara anarkis dengan melakukan perusakan, pembakaran bahkan penganiayaan, menurut Kapolda bahwa, itu disengaja dan sudah dipersiapkan atau direncanakan sebelum dilakukan.

“Kami memprediksi kegiatan-kegiatan itu memang sengaja dipersiapkan. Oleh karena itu khusus kepada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah kita identifikasi, kami tidak akan membiarkan mereka turun ke jalan, kita akan mencegah. Dan kemana mereka akan menyampaikan permasalahan? Hukum,” kata Kapolda. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment