Karyawan Mogok Kerja Freeport Berharap Adanya Win Win Solution

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Salah satu peserta aksi mogok kerja PT Freeport Indonesia, Stevan Yawan, mengatakan pihaknya dengan melakukan aksi menduduki check point 28, diharapkan apa yang menjadi aspirasi mereka dapat didengar oleh perusahaan maupun pemerintah. Guna mengakhiri masalah yang tengah dihadapi ribuan karyawan.

"Kita yakin akan ada jawaban pasti kalau kita tetap disini (Check Point 28). Kita harapnya ada win win solution terhadap kita punya masalah ini, tetapi sampai sekarang tidak ada. Jadi apa yang kami lakukan ini untuk menuntut hak kami yang tidak dibayarkan selama lima bulan ini. Semoga pemerintah juga mau mendengar ini," kaya Yawan, Sabtu (19/8) saat menduduki check point 28.





Ribuan massa mogok kerja melakukan aksinya ini sebagai luapan kekecewaan. Dikarenakan selama ini hal yang menjadi tuntutan mereka belum didengar baik oleh perusahaan maupun pemerintah.

Seharusnya, menurut mereka, perusahaan memberikan ruang untuk melakukan diskusi atau pertemuan tri partit. Hal itu dimaksud agar apa yang menjadi permasalahan karyawan dapat diselesaikan tanpa ada pihak yang dirugikan.

"Yang jelas program yang dibuat perusahaan itu tidak ada dalam aturan negara ini. Jadi kami akan tetap berjuang sampai apa yang kami harapkan bisa tercapai," tegas Yawan.

Sekitar pukul 19.30 WIT, aparat keamanan melakukan pembubaran massa karyawan mogok kerja dari area check point 28. Massa dipukul mundur puluhan aparat dengan menembakan gas air mata.

Pantauan Salam Papua dilokasi kejadian menerangkan, sejumlah orang diduga terluka akibat tembakan aparat dan dilarikan ke rumah sakit.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti apakah ada korban penembakan saat pembubaran massa dari check pintu 28.

"Itu saya belum tahu ya, nanti saya coba cek," kata Kapolda.


Hingga kini situasi di dalam Kota Timika masih kondusif, meski sebelumnya sempat terjadi aksi susulan menyerangan terminal gorong-gorong dan Petrosea yang dilakukan puluhan massa diduga karyawan mogok kerja. Pengrusakan dan pembakaran dilakukan terhadap kendaraan milik karyawan yang bekerja di terminal gorong-gorong. Bahkan di Petrosea terdapat puluhan kendaraan roda empat dan roda dua ikut dirusak, serta fasilitas kantor. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment