Kasus Korupsi Insentif Guru Masuk Tahap Dua

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kejaksaan Negeri Timika memastikan kasus dugaan korupsi Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) tahun 2015 atau insentif guru di lingkungan Dispendasbud Mimika akan masuk tahap dua minggu depan.

"Saya minta ke tim jaksa yang tangani supaya dipercepat karena masyarakat menunggu. Tim sedang sinkronisasi. Minggu depan kami siap tahap dua," kata Kepala Kejaksaan Negeri Timika, Alex Sumarna SH MH kepada wartawan, Jumat (4/8).

Penyidik Polres Mimika telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Namun selama proses penyidikan, keempat tersangka tak ditahan. Dalam kasus tersebut, negara terindikasi mengalami kerugian hingga Rp 5,3 miliar.

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon mengungkapkan, salah satu tersangka adalah mantan Kadispendasbud Mimika berinisial NL.

Indikasi korupsi dalam pembayaran dana insentif guru di Kabupaten Mimika pada Desember 2015 mencuat setelah ratusan  guru menggelar aksi unjuk rasa karena tidak menerima dana insentif dari Pemkab Mimika. Padahal rekan guru lain menerima dana tersebut.


Nilai insentif guru di Kabupaten Mimika memang menggiurkan dan pembayarannya dilakukan dua kali dalam setahun. Pembayarannya dibagi dalam empat kategori yaitu sekolah dalam kota Rp 9 juta per guru per semester, sekolah pinggir kota Rp 9,6 juta, sekolah jauh dari kota Rp 12 juta, dan sekolah sangat jauh dari kota Rp 15 juta per guru dan per semester. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment