Kopda Andi Dievakuasi ke RSAL Surabaya

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kopda Andi yang menjadi korban luka akibat terkena tombak pada kejadian bentrok antar nelayan di sekitar Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako, diberangkatkan dari Bandara Mozes Kilangin menggunakan Airfast menuju Surabaya untuk melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan, Sabtu (12/8).

Keberangkatan korban diantar langsung Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dan Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika Letkol Inf Windarto, beserta keluarga dan kerabat Andi.

Danrem saat diwawancara awak media di Bandara Mozes Kilangin mengatakan, Kopda Andi akan menjalani perawatan dan pengobatan secara intensif di RSAL, sebab RSUD Mimika tidak mampu menangani luka yang dialami Kopda Andi.

“Karena dirumah sakit RSUD Mimika belum mampu untuk korban dirawat, maka dilakukan evakuasi,” kata Asep.

Keterangan dari dokter di RSUD Mimika yang menangani langsung Kopda Andi, menjelaskan bahwa perlu adanya penanganan serius oleh tim medis khusus. Dimana akibat terkena tombak, saraf Kopda Andi bagian belakang mengalami putus. Bahkan, luka yang dialami Kopda Andi dikatakan bukan luka ringan biasa, melainkan luka yang perlu ditangani secara serius.

Sementara itu, Danrem Asep membenarkan adanya oknum anggota TNI AD yang melakukan penembakan sehingga menyebabkan meninggalnya seorang warga Poumako dalam peristiwa saling serang antar warga nelayan. Nantinya, kata Danrem, hasil olah TKP dan investigasi lengkap akan disampaikan oleh Pomdam atau dari Kodam XVII/Cenderawasih.

"Yang jelas indikasi ke arah situ, memang sudah ada, yaitu anggota kita. Sementara anggota yang bersangkutan sudah di tahan di Pomdam untuk proses lebih lanjut," ungkap Danrem.

Dijelaskan Danrem, oknum anggota TNI AD berinisial Serka Y tersebut, berada di TKP bersama Kopda Andi adalah untuk membantu petugas kepolisian melerai aksi saling serang antar dua kelompok warga nelayan. Bahkan, anggotanya mengeluarkan tembakan dalam keadaan terpaksa, dikarenakan dalam situasi terdesak diserang kelompok warga nelayan. Meski demikian, menurut Danrem, penegakan hukum tetap diadakan, pemeriksaan dan pengusutan lebih lanjut akan dilakukan terhadap anggota tersebut.


“Proses hukum tetap berjalan ya, yang bersangkutan sedang diperiksa,” ujar Danrem. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment