KPK Minta Anggota Legislatif di Papua Sampaikan LHKPN

Bagikan Bagikan



SAPA (WAMENA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minta anggota legislatif di DPRD kabupaten-kota dan DPR Papua menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), sebab separuh dari wakil rakyat yang tersebar di 29 kabupaten dan satu kota itu belum menyampaikan harta kekayaan mereka.

"Kita beri waktu secepatnya sampai September, Oktober. Jangan sampai tunggu akhir tahun. Lebih cepat lebih baik," kata Koordinator KPK untuk wilayah Provinsi Papua Marwitwa Manurung, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Senin (21/8).

Secara umum menurut dia, partisipasi wakil-wakil rakyat dalam menyampaikan LHKPN masih sangat rendah padahal penyampaian kekayaan merupakan keharusan pejabat pemerintah.

"Sebagai koordinator Papua, saya sudah saya tegaskan. Memang untuk Papua secara umum tingkat kepatuhannya sangat rendah, rata-rata," katanya.

Dibandingkan antara legislatif dan eksekutif, pemerintah daerah lebih cepat menyampaikan laporan ketimbang anggota dewan.

"Kalau eksekutif itu punya bupati, sehingga kalau bupati sudah perintah bawahan untuk laporkan LHKPN pasti disampaikan. Tetapi DPR inikan lembaga politik, ketua tidak bisa memerintahkan anggota, makanya tadi kami sampaikan secara tegas agar seluruh anggota dan pimpinan dewan laporkan LHKPN," katanya.

Penyampaian LHKPN merupakan bagian dari tindakan pencegahan terjadinya korupsi, sebab melalui laporan tersebut KPK bisa mengontrol penghasilan pejabat di Papua.

"Cara yang paling efektif untuk mencegah korupsi adalah LHKPN karena LHKPN bisa mengontrol. Misalkan anggota dewan kita tahu gaji, tunjangannya misalkan perbulan cuma Rp20 juta, tetapi pertahun dia tambah rumah, bikin hotel, nanti bisa kelihatan antara penambahan kekayaannya dengan penghasilan wajarnya," kata dia.

Staf KPK itu mengharapkan media massa juga bisa ikut mengawal agar pejabat di Papua rutin menyampaikan LHKPN.

"Kondisi sekarang, baru beberapa anggota dewan yang melaporkan dan teman-teman wartawan bisa membantu untuk mendorong ini," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment