Landasan Papua Dorong Empat Program di Agats

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Layanan Dasar untuk Pendidikan dan Kesehatan (Landasan) Papua mendorong empat program di Distrik Agats, Kabupaten Asmat. Empat program itu terkait pendidikan dasar, pemerintahan kampung, puskesmas dan HIV-Aids.

Koordinator Landasan Papua Kabupaten Asmat, Petrus Pit Supardi mengatakan, program Landasan Papua itu merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia, dan menyasar di 10 kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat.

“Landasan Papua sendiri baru masuk ke Kabupaten Asmat di bulan Maret 2017, diterima oleh bupati, wakil bupati dan sejumlah SKPD. Bupati menetapkan pilot project-nya Distrik Agats,” kata Pit, Jumat (25/8).

Menurut dia, ada 10 sekolah dasar, 1 puskesmas (Puskesmas Agats), dan 12 kampung di Distrik Agats yang menjadi sasaran program Landasan Papua.

“Kami sebenarnya bekerja untuk pelayanan di unit layanan terdepan. Jadi itu program untuk kampung penggerak, sekolah dasar penggerak, puskesmas penggerak dan HIV-Aids,” terangnya.

Katanya, masuknya Landasan Papua ke Kabupaten Asmat atas dorongan Bappeda Provinsi Papua. Sebab, selama ini belum ada LSM yang datang dan mendorong pembangunan masyarakat di kampung-kampung.

Sepanjang Maret-Agustus 2017, Landasan Papua telah melatih peningkatan standar pelayanan minimal (SPM) dan manajemen berbasis sekolah (MBS) di 10 SD, pelatihan kader 24 kader kampung dari 12 kampung, dan tata kelola Puskesmas.

“Khusus kader kampung, setelah dilatih, mereka melakukan pendataan warga melalui sistem administrasi dan informasi kampung (SAIK). Sistem itu bisa offline bisa online,” ujarnya.

Ia menambahkan, Landasan Papua juga memberikan pelatihan penyusunan RKPK, RPJMK, dan APBK bagi aparatur dari 12 kampung di Distrik Agats.


“Konsep Landasan ini sebenarnya sederhana, distrik itu menjadi pusat pengembangan wilayah. Jadi di dalam distrik ada kampung, puskesmas dan sekolah dasar. Pelayanan-pelayanan dasar ini perlu ditingkatkan. Outputnya agar terjadi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM),” pungkasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Kata belum ada LSM yg bkrja di kampung2 itu perlu di koreksi....belum kerja terkait apa....sdh ada LSM yg bjrja trkit kesehatan dan pendidikan di Mabul dan Ulakin sana. Hrus di koreksi

    ReplyDelete