Legislator Minta Masalah Mantan Pekerja Freeport Diselesaikan

Bagikan Bagikan



SAPA (JAYAPURA) - Anggota Komisi VII DPR RI Peggy Patricia Pattipi, meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah mantan pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang beberapa waktu lalu melakukan asi anarkis di Timika, Mimika, Papua.

Peggy di Jayapura, Rabu (23/8), memandang kejadian pembakaran yang dilakukan mantan pekerja PTFI adalah ujung dari kekesalan mereka yang tidak juga menemui titik temu atas masalah pemecatan yang dialami.

"Ini adalah puncak dari permasalahan yang selama ini tidak serius pemerintah selesaikan. Jadi melalui SPSI mereka sudah beberapa kali berunding dengan pemerintah pusat dan daerah, hanya pemerintah selama ini lamban mengambil sikap sehingga terjadi aksi anarkis tersebut," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah harus bisa menjadi penengah bagi mantan pekerja PTFI dengan perusahaan yang bersangkutan.

"Pemerintah tidak boleh menganggap bahwa setelah terjadi PHK sepihak oleh PTFI, lalu pemerintah lepas tangan. Pemerintah harus membantu menyelesaikan masalah ini, karena ini menyangkut masalah kelangsungan hidup mantan pekerja Freeport," kata dia.

Peggy pun berharap, mantan pekerja PTFI yang melakukan aksi anarkis tersebut tidak sampai diproses hukum, dan masalah yang mereka hadapi bisa mendapatkan solusi.

"Pemerintah harus cepat mengambil kebijakan, jangan sampai mereka (mantan pekerja Freeport) ditetapkan sebagai tersangka. Itu bukan kesalahan mereka, ini karena pemerintah lambat mengambil sikap," ujarnya.

Dia memandang selama ini pemerintah terkesan hanya mengurusi divestasi saham PTFI dan kurang memperhatikan masalah yang dihadapi oleh pekerja perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Peggy mengakui sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat berkembang pesat. Namun hal tersebut ia anggap tidak diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusianya.

"Jokowi sudah serius melihat Papua, tetapi jangan hanya membangun infrastrukturnya, manusianya juga harus diperhatikan," kata Peggy.

Sebelumnya, ratusan bahkan ribuan mantan pekerja yang melakukan aksi mogok menyerbu Check Point 28, samping Bandara Mozes Kilangin Timika. Kemudian membakar empat kendaran milik PTFI, Sabtu 19 Agustus 2107 sekitar Pukul 14.20 WIT. Atas kejadian tersebut, Manajemen PTFI mengklaim mengalami kerugian berkisar Rp42 miliar atau sekitar 3 juta dolar As. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Mohon maaf jika postingan ini menyinggung perasaan anda semua tapi saya hanya mau menceritakan pengalaman pribadi saya yang mengubah kehidupan saya menjadi sukses. Perkenalkan terlebih dahulu saya Sri Wahyuni biasa di panggil Mba Sri, TKI tinggal di kota Pontian johor Malaysia,Saya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, tapi saya tidak menyerah dengan keadaan saya, tetap ikhtiar.
    pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos pulang. sempat saya putus asa,gaji pun selalu di kirim ke indonesia untuk biaya anak sekolah,sedangkan hutang banyak, kebetulan teman saya buka-buka internet mendapatkan nomor hp Mbah Suro +6282354640471 & 082354640471 katanya bisa bantu orang melunasi hutang nya melalui jalan TOGEL dan PESUGIHAN TAMPA TUMBAL...
    dengan keadaan susah jadi saya coba beranikan diri hubungi dan berkenalan dengan beliau Mbah Suro, Dan saya menceritakan keadaan saya lagi susah di negri orang. Beliau menyarankan untuk mengatasi masalah perekonomian saya, baiknya melalui jalan togel saja. Dan angka yang di berikan beneran tembus ,6D dan saya dapat RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran. alhamdulillah terima kasih banyak ya allah atas semua rejekimu ini. walaupun ini hanya melalui togel..


    ReplyDelete