Lemasko Klaim Saham 5% Untuk Pemilik Hak Ulayat

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Robertus Waraopea, SH menegaskan, masyarakat Amungme dan Kamoro selaku pemilik hak ulayat dan yang merasakan dampak langsung kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari akitvitas pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) harus mendapatkan saham 5% secara gratis dari PTFI.

“Jadi pada prinsipnya kami dari lembaga adat sesuai dengan permintaan aspirasi yang disampaikan oleh Bupati Mimika kepada Menteri ESDM bahwa masyarakat adat juga perlu mendapat saham dari 51% itu,” kata Robertus kepada Salam Papua via telpon, Rabu (30/8).

Menurutnya, Freeport harus memberikan saham sebesar 5% kepada masyarakat pemilik hak ulayat secara gratis, sebab masyarakat Amungme dan Kamoro yang merasakan dampak langsung aktivitas pertambangan PT Freeport, sehingga tidak ada kata membayar atau membeli saham.

Robert menjelaskan, divestasi saham sebesar 51% yang nantinya dibagi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemkab perlu dibagikan kepada masyarakat. Sebab dirinya beranggapan bahwa masyarakat Amungme dan Kamoro harus mendapat porsi dari hasil pertambangan, sebab mereka hidup dan berdiri diatas emas, tetapi tidak menikmati hasil emas itu.

“Kalau divestasi saham 51% dibagi-bagi. Ya, saya pikir layak untuk masyarakat Amungme dan Kamoro dapat 5%,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat adat harus mendapatkan bagian yang sesuai. “Jangan sampai masyarakat adat tidak mendapatkan apa-apa,” tegasnya (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment