Lemasko Kutuk Nelayan Luar Menjaring di Pesisir

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Wakil Ketua I Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare, melarang keras dan bahkan mengutuk nelayan dari luar melakukan aktivitas menjaring ikan diperairan pesisir Mimika. Dan moratorium yang dibuat pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terkait jadwal pengoperasian nelayan non Papua atau non pribumi (Non lokal), dinilainya tidak benar.

“Saya setuju dengan adanya pelarangan yang dilakukan oleh masyarakat lokal mengenai nelayan non Papua yang menjaring disekitar kampung. Alasannya adalah dari sisi Lembaga saya melihat tidak ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan lembaga-lembaga terkait. Pemerintah itu payung dan orang tua bagi masyarakat, sehingga harusnya pemerintah mendidik masyarakat agar bisa mengerti dan memahami semua ini,” tegas Gery sapaan akrab Gregorius Okoare kepada Salam Papua, Kamis (10/8) malam.

Pemerintah daerah dinilai salah, Sehingga saat ini roda pemerintahan di Kabupaten Mimika tidak jelas dan menjadi kacau balau. Sebab melakukan sesuatu tanpa berkoordinasi dengan lembaga terkait yang ada.

“Saya larang nelayan dari luar masuk dan menjaring disepanjang wilayah timur dan barat. Pihak-pihak yang punya kepentingan disitu tidak boleh memanfaatkan situasi begini dengan seenaknya. Meskipun kita sama-sama Papua, tetapi jangan menjadi sponsor untuk nelayan luar masuk dan membuang jaring seenaknya. Karena masyarakat pesisir ini hidupnya ada di pantai dan tergantung pada alam,” kata Gery.

Seharusnya, nelayan non lokal tidak menjaring di wilayah perairan yang khusus teruntuk nelayan Papua. Mereka seharusnya hanya menjadi penerima bola, yang artinya masyarakat lokal mencari ikan, sedangkan masyarakat non lokal atau pedagang membeli hasil laut dari nelayan lokal di Pelabuhan.

“Nelayan dari luar yang masuk ke pesisir Mimika itu adalah pencuri, dan mereka itu tidak tau malu karena masuk ke rumah orang tanpa permisi. Karena itu saya kutuk mereka diatas tanah ini, jika menjaring di pesisir Mimika,” tambah Gery

Sementara itu terkait informasi adanya oknum kepala kampung di Poumako yang mendukung masuknya nelayan dari luar, Lemasko menilai kepala kampung tersebut tidak memiliki izin atau kewenangan. Sehingga dukungan itu dianggap kepentingan pribadi, yang mana dampaknya merugikan potensi sumber daya alam di pesisir. Oleh sebab itu Kepolisian diminta untuk memeriksa kepala kampung yang dimaksudkan. (Acik/Etty)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment