Lemasko Sosialisasi Izin Usaha Sekaligus Meminta Dukungan

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Robertus Waraopea, SH melepas tim dari Lemasko ke 12 Distrik yang berada di wilayah pesisir terkait larangan izin usaha dalam bentuk apapun bagi pengusaha non lokal. Sekaligus melakukan sasi adat untuk meminta dukungan masyarakat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2018.

"Jadi ada tim Lemasko yang akan turun ke kampung-kampung berkaitan dengan program Lemasko," kata Robertus kepada Salam Papua, Jumat (18/8).

Kata Robert, larang izin usaha bagi pengusaha non lokal pada 12 distrik di Mimika merupakan fokus utama program Lemasko. Dimana pengusaha yang tidak berkoordinasi dengan lembaga adat serta tidak memberikan kontribusi terhadap kelangsungan hidup masyarakat setempat, maka tidak mendapatkan izin. Larangan tersebut meliputi izin usaha perikanan, izin usaha pengelolaan kayu dan izin usaha pertambangan.

"Berkaitan dengan larangan dan tidak memberikan izin, itu kepada pengusaha perikanan. Kepada siapapun juga termasuk pelarangan kayu dan juga larangan tentang izin pertambangan," katanya.

Sambil melakukan sosialisasi, Lemasko akan membuat sasi adat untuk meminta dukungan masyarakat Kamoro terhadap pencalonan dirinya sebagai calon Bupati Mimika melalui jalur independen. Dan juga dukungan kepada Paulus Waterpauw untuk pencalonan Gubernur Papua tahun 2018 mendatang. Ini kata Robert sesuai dengan yang diputuskan melalui dewan adat Lemasko.

"Yang kedua itu ada beberapa sosialisasi dari lembaga adat tentang pemilihan Gubernur dan Bupati dengan melakukan ritual (Sasi) adat," lanjutnya.


Monitoring dan sosialisasi tersebut diperkirakan memakan waktu dua sampai tujuh hari kedepan. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment