Lima Paslon Bersaing di Pilkada 2018

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Salah satu tokoh masyarakat Maluku Thomas Temorubun, SH memprediksi sebanyak lima pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati akan bersaing pada Pilkada serentak 2018. Empat pasangan dari partai politik dan satu pasangan dari perorangan atau independen.

“Lima kandidat itu, yang pertama menurut saya itu petahana Eltinus Omaleng-John Rettob, Paulus Yanengga-Abdul Muis, Ham Kora-Adi Suprapto, Sedangkan untuk jalur independen itu Robertus Waraopea, SH dan Albert Bolang, SH, MH dan yang terakhir dari Partai Gerindra yang punya 6 kursi di DPRD, tapi kita belum bisa pastikan siapa yang diusung,” kata Thomas kepada Salam Papua saat ditemui, Rabu (30/8).

Menurutnya, lima kandidat beserta pasangannya yang dinilainya berpengaruh salah satunya petahana Eltinus Omaleng, SE, MH dan John Rettob yang diprediksi masih menempati posisi teratas dan mempunyai visi misi mewujudkan Smart City untuk Mimika kedepan. Diikuti oleh Paulus Yanengga, orang birokrasi yang ingin menciptakan birokrasi pemerintahan yang baik. Serta Ham Kora yang ingin membawa Mimika kearah perubahan, serta paslon melalui jalur independen Robert Waraopea dan Albert Bolang ingin membawa perubahan bagi Mimika.

Thomas menjelaskan, antusiasme pendaftar untuk menjadi calon bupati dan wabup terbilang banyak, terbukti di beberapa parpol saat membuka pendaftaran dan jumlah kandidat yang mendaftar mencapai 14 kandidat saat PBB membuka pendaftaran. Ini diluar dari beberapa kandidat yang ingin mencalonkan diri menjadi Bupati Mimika melalui jalur independen atau perseorangan.

“Menuju Pilkada serentak 2018 ada lebih dari 10 kandidat yang sudah mendaftar di partai-partai politik dan selain itu juga ada yang mencalonkan diri melalui jalur independen,” jelasnya.

Lanjut Thomas, banyak kandidat yang mendaftar namun hanya beberapa kandidat yang akan mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Partai (DPP) melalui tahapan-tahapan yang mereka lewati, mulai dari seleksi berkas hingga uji kepatuhan dan kelayakan.  Sementara kandidat yang mendaftar melalui jalur independen akan menempuh proses yang terbilang sulit, sebab harus mengumpulkan sedikitnya 10 % dari jumlah suara DPT yang terdaftar di KPU. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment