LPMAK Tolak Tegas Tindak Kekerasan Mantan Karyawan

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), Abraham Timang menegaskan, LPMAK secara tegas menolak cara-cara kekerasan yang dilakukan mantan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Sabtu (19/8).

Menanggapi aksi pemalangan, pemblokiran serta pengrusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas PTFI yang dilakukan oleh mantan Karyawan PTFI dan mantan karyawan kontraktor PTFI pada Sabtu (19/8) lalu, Abraham Timang melalui press realease yang dikirim ke Redaksi Salam Papua, Rabu (23/8) malam menyebutkan LPMAK merasa perlu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut.   

Mengimbau kepada setiap warga masyarakat yang tinggal di wilayah Amungsa- Bumi Kamoro harus menjaga ketertiban  umum bersama. LPMAK mendukung tindakan penegakan hukum yang dilakukan Polri dan TNI.

“Setiap persoalan harus diselesaikan  mengikuti aturan hukum yang berlaku atau lewat jalur pengadilan. Tidak boleh mengganggu ketertiban umum karena akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat seperti rumah sakit, pendidikan dan ekonomi,” kata Abraham.

Selain itu, Abraham mengatakan,  siapa pun tidak boleh mengganggu operasional PTFI karena sumber pendanaan program pengembangan masyarakat tujuh suku kekerabatan adalah PTFI. “Mengganggu operasional PTFI sama saja dengan menghambat program pengembangan masyarakat tujuh suku,” ujarnya.

Abraham menjelaskan, LPMAK adalah sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Kabupaten Mimika. Keberadaan  lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat Suku Amungme dan Kamoro, serta lima kekerabatan suku lainnya (Moni, Dani, Mee, Nduga dan Damal) yang bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Mimika.

Program-program LPMAK berfokus pada pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan budaya dalam bidang  pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan sektor pendukung lain yang sesuai dengan kebutuhan daerah.  Dalam mencapai tujuan tersebut, kerjasama melalui kemitraan dengan pemerintah, lembaga adat, lembaga agama, PT Freeport Indonesia (PTFI) dan lembaga lain menjadi bagian yang sangat penting.

Menurut Abraham, keberadaan LPMAK saat ini sudah menjadi lembaga lokal yang diperhitungkan, dibutuhkan masyarakat dan ikut mempengaruhi kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika.  Banyak manfaat yang telah dirasakan masyarakat melalui program-program LPMAK.  Program pendidikan dan kesehatan LPMAK merupakan program andalan dengan hasil-hasil nyata, terukur dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. 

Begitupun program ekonomi LPMAK telah berhasil mengembangkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam jumlah yang nyata.  Beberapa KSM telah berhasil dan menunjukkan tanda-tanda kemandirian dalam pengelolaannya dan keberlangsungan usaha mereka.


Sebagaimana diketahui bersama, sumber utama pendanaan program kerja LPMAK adalah Dana Kemitraan PTFI. PTFI merupakan perusahaan tambang kontraktor Pemerintah Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Mimika dan sebagai kontraktor Pemerintah, PTFI turut berkontribusi langsung melakukan investasi sosial untuk pengembangan masyarakat lokal, melalui LPMAK. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment