Mahasiswa Asmat Bakal Gunakan Kartu Asmat Pintar

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) – Dalam rangka meningkatkan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Asmat bakal memberikan Kartu Asmat Pintar (KAP) kepada mahasiswa asal Asmat yang studi di luar daerah.

Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan Kartu Asmat Pintar diadopsi dari Kartu Indonesia Pintar, yang merupakan program pemerintah pusat di era Presiden Joko Widodo. Namun KAP di Asmat, khusus untuk mahasiswa di kota studi.

Untuk menerapkan program itu, pemerintah setempat bekerja sama dengan Bank Papua. Usulan tersebut sudah diajukan kepada Bank Papua, hanya saja pihak bank perlu membahas lebih lanjut dalam rapat umum pemegang saham.

“Nanti penyaluran dana bantuan studi itu melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Kartu Asmat Pintar. Jadi tidak ada lagi penyaluran dana bantuan studi itu diterima langsung oleh mahasiswa,” katanya, Selasa (8/8/2017).

Menurut Bupati Elisa Kambu, dana bantuan studi langsung ditransfer ke rekening mahasiswa, kemudian mereka mengambilnya dengan menggunakan ATM. Jumlah dana yang ditransfer itu sesuai dengan kebutuhan pendidikan mahasiswa.

“Kita harapkan Bank Papua mendukung, sehingga di bulan Oktober sudah bisa terealisasi. Setiap tahun kita transfer, dan mereka tinggal gesek saja ambil uang SPP, semester dan lauk pauk,” tuturnya.
Dengan sistem itu, lanjut Elisa Kambu, pemerintah tidak perlu repot mengantar dana bantuan studi kepada mahasiswa di beberapa kota studi. Hal ini juga untuk meminimalisir biaya operasional.

“Bagian perekonomian dan sosial tinggal monitoring dan mendata mahasiswa aktif maupun tak aktif. Tidak perlu pergi antar uang lagi di beberapa daerah. Program ini lagi diajukan, dan kita sedang menunggu jawaban Bank Papua,” katanya.

Nominal uang yang diberikan kepada mahasiswa tergantung disiplin ilmu yang diambil pada perguruan tinggi maupun akademi. Bagi mahasiswa dengan disiplin ilmu umum, dana yang diberikan sebesar Rp5 juta/tahun untuk semester berjalan. Sementara untuk studi akhir, Rp11 juta/tahun.


“Kalau yang disiplin ilmu khusus itu yang ada kerja sama dengan universitas, seperti kedokteran, politekes dan sebagainya. Itu semua pemerintah akomodir, mulai dari uang SPP, semester, praktek, studi akhir, lauk pauk, asrama dan lain-lain,” katanya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment