Maksimalkan Potensi Pariwisata Di Papua

Bagikan Bagikan



SAPA (JAKARTA) - Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah menginginkan pemerintah dapat benar-benar memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di Papua, seperti Pantai Hamadi yang terletak di sebelah selatan Kota Jayapura.

"Buat kegiatan rutin seperti pentas seni dan budaya di kawasan ini, nanti akan kita bantu memperjuangkan anggarannya," kata Ferdiansyah dalam rilis, Senin (31/7).

Ferdiansyah mengutarakan hal tersebut saat memimpin Tim Komisi X DPR untuk meninjau dan melihat secara langsung penataan kawasan wisata di Pantai Hamadi, beberapa waktu lalu.

Politikus Partai Golkar itu mengingatkan bahwa selain sebagai destinasi wisata pantai, Pantai Hamadi juga merupakan situs sejarah karena merupakan lokasi pendaratan pertama pasukan amfibi sekutu pada tahun 1944, ketika era Perang Dunia ke-II.

Sebagaimana diwartakan, Pemerintah perlu mempercepat penataan kawasan wisata nusantara bila ingin membuat sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar serta mengejar target mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2020.

"Untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar, maka pemerintah harus melakukan percepatan penataan kawasan wisata," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Ridwan Hisjam.

Untuk itu, menurut politikus Partai Golkar itu, Presiden Joko Widodo diharapkan untuk bisa turun tangan mengatasi permasalahan tersebut.

Selain itu, ujar dia pihaknya juga sudah meminta Kementerian Pariwisata untuk membuat kajian akademis guna menganalisis UU tentang penataan kawasan yang bisa menopang pengembangan wisata.

Hal itu karena setiap lokasi tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis harus dilengkapi dengan standar pelayanan minimal agar dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan sektor kepariwisataan nasional.

"Saya kira harus segera disiapkan dari Pemerintah Pusat adalah Standar Pelayanan Minimal Bidang Pariwisata yang akan menjadi acuan untuk diterapkan pada setiap destinasi wisata," kata Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa.

Politikus PKS itu menyatakan dengan memiliki standar yang jelas maka penatalaksanaan, pencapaian dan evaluasi program juga akan menjadi jelas dan terukur.

Hal tersebut, lanjutnya antara lain karena penyiapan sarana dan prasarana, SDM-nya, penganggarannya semua akan mengacu pada SPM yang ada.

"Toilet yang jumlahnya cukup, mudah diakses dan bersih akan memberikan nilai tambah bagi tempat wisata, memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang tentunya akan berimplikasi langsung pada meningkatnya jumlah wisatawan," jelasnya.

Bukan hanya soal toilet, ujar dia SPM juga dapat terkait dengan kantin, sarana ibadah, akses yang ramah lansia dan para penyandang disabilitas, serta beragam bentuk pelayanan publik lainnya.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa pemerintah menargetkan kunjungan wisata mencapai 15 juta wisatawan pada tahun 2017 dan mencapai hingga 20 juta wisatawan pada tahun 2019. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment