Masyarakat Diimbau Tak Jual Rumah Bantuan

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Pemerintah Kabupaten Asmat terus mendorong kesejahteraan masyarakatnya di bidang infrastruktur, salah satunya dengan memberikan rumah bantuan kepada masyarakat. Tahun lalu, pemerintah telah membangun 511 unit dan tahun ini bakal dibangun lagi 432 unit.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asmat, Daniel S. Toding mengungkapkan, pemerintah setempat mengalokasikan rumah bantuan kepada masyarakat setiap tahunnya.

Hanya saja, ungkap Daniel, legislatif menemukan persoalan ada masyarakat yang menjual rumah bantuan dari pemerintah. “Ya kita temukan seperti itu. Pemerintah melalui instansi terkait harus memberikan pemahaman kepada masyarakat karena ada yang menjual,” katanya, Senin (21/8).

Selain dijual, katanya, ada pula masyarakat yang tidak memanfaatkan bantuan tersebut secara baik. Masyarakat tidak menempati rumah bantuan, namun justru tinggal di bevak-bevak. Rumah bantuan dibiarkan begitu saja, bahkan dijual.

“Sudah dibuat rumah, tapi ada yang tinggalkan begitu saja. Ini menjadi mubazir. Padahal setiap tahun ada peningkatan, karena setiap tahun itu APBD naik, jadi pasti ada peningkatan. Pemerintah harus berikan pemahaman,” pintanya lagi.

Daniel menegaskan, rumah yang dihibahkan pemerintah tidak boleh dijual, karena bantuan tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah harus memberikan sanksi yang tegas bagi mereka yang menjual.

“Tidak boleh diperjualbelikan. Ketika dijual, dia mau tinggal di mana? Ini sangat fatal, makanya kami imbau kepada masyarakat jangan jual,” ujarnya.

Ia menyarankan, sanksi yang diberikan tidak hanya kepada warga yang menjual, tetapi juga kepada pembeli. “Sanksinya ya berupa pengembalian, meski dia sudah beli, jangan dikasih kembali uangnya,” tutur Daniel.

Daniel menambahkan, sebelum serah terima rumah bantuan, instansi terkait harusnya membuat berita acara dan pakta integritas agar bantuan tersebut tidak dijual.

“Selama ini hanya diberikan begitu saja. Tidak ada berita acara, itu faktanya. Begitu dia terima dan tidak manfaatkan, ya sudah jual saja. Ini banyak terjadi di masyarakat. Makanya pemerintah harus tegas,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment