Membakar Koran Salam Papua Tindakan Tidak Tepat

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Pemimpin Umum SKH Salam Papua, Yulius Lopo mengatakan, tindakan yang dilakukan sejumlah oknum yang membakar koran SKH Salam Papua di halaman gedung DPRD Mimika pada Senin (14/8) merupakan tindakan yang tidak  tepat.

Yulius menjelaskan, setiap media massa memiliki kebijakan tersendiri, termasuk menentukan berita mana yang akan diberitakan di halaman 1. Kebijakan itu tentu didasarkan pada bobot dari berita tersebut, waktu terjadinya berita tersebut dan apakah berita tersebut sudah diberitakan media yang lain atau belum.

Menurut Yulius, kalau berita tersebut sudah terlebih dahulu diberitakan media massa yang lain, baik itu media online atau televisi, maka hal tersebut tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi Redaksi Salam Papua bila ingin memberitakan berita yang sama pada hari berikutnya.

“Misalnya berita aksi demo yang dilakukan sejumlah politisi  menuntut agar status mereka sebagai anggota DPRD Mimika segera diaktifkan pada Sabtu 12 Agustus. Pada hari yang sama, semua media online di Timika dan luar Timika sudah memberitakannya secara lengkap. Belum lagi berita tersebut juga di share ke media sosial, sehingga pada hari yang sama juga sudah dibaca dan diketahui masyarakat Timika. Tentu saja hal ini mengurangi nilai dari berita tersebut, dalam arti sudah menjadi pengetahuan umum. Karena itu, ketika SKH Salam Papua ingin menurunkan berita tersebut pada hari Senin, 14 Agustus maka diputuskan dimuat di halaman dalam karena sudah bukan berita baru bagi masyarakat  Timika,” kata Yulius, Senin (14/8).

Bila tidak puas mengapa berita tersebut tidak dimuat di halaman 1, Yulius mengatakan, mestinya hal itu ditanyakan ke Redaksi Salam Papua. Bukan mengambil sikap membakar koran tersebut.

“Kami menghormati media lain yang menempatkan berita tersebut di halaman 1, karena itu kebijakan mereka yang tidak bisa dicampuri pihak lain. Karena itu kami juga berharap pihak lain menghargai kebijakan kami. Kalau kita tidak sependapat, maka hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Dan kita harus bisa menerima bila terjadi perbedaan pendapat. Berbeda pendapat kan tidak harus dijadikan persoalan apa lagi permusuhan,” kata Yulius.

Yulius mengatakan, penempatan berita tersebut tidak pada halaman 1, tidak berarti SKH Salam Papua tidak menghargai aksi yang dilakukan para politisi menuntut status DPRD diaktifkan. “Hubungan Salam Papua dengan para politisi ini selama ini baik. Hampir semua berita terkait dengan upaya agar DPRD kembali diaktifkan selama ini ditempatkan di halaman 1, itu karena informasi yang didapat langsung diberitakan besok harinya. Artinya beritanya belum termakan waktu,” ujar Yulius.

Yulius berharap masing-masing pihak mengintrospeksi diri dan menghargai sikap serta kebijakan pihak lain, walau terdapat perbedaan pendapat.


“Pembakaran Koran Salam Papua tidak akan merusak hubungan Salam Papua dengan DPRD Mimika yang selama ini sudah terjalin baik. Saya berharap hubungan baik  ini tetap terjaga. DPRD dan SKH Salam Papua, juga media lainnya memiliki misi yang sama, mengawasi pelaksanaan pembangunan di daerah ini untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Karena itu harus terjalin hubungan yang sinergis,” kata Yulius. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment