Mobil Jenni Usmany Nyaris Dibakar

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Puluhan guru honorer yang melakukan aksi protes lantaran tidak menerima pembukaan segel pintu pada kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud), mendatangi kantor Dispendasbud pada Rabu 16 Agustus 2017. Mereka hendak mempertanyakan pembukaan segel tersebut.

Para guru ini tidak menerima pembukaan segel pintu kantor Dispendasbud lantaran belum ada kesepakatan untuk membuka gembok. Bahkan sampai saat ini, mereka belum menerima dana insentif yang menjadi tuntutan mereka. Menurut salah satu guru honor yang ikut dalam aksi tersebut dan tidak ingin menyebutkan namanya, mengatakan, segel dapat dibuka jika insentif mereka dibayarkan oleh Dispendasbud.

“Kenapa segel pintu dibuka? Tidak boleh dibuka segel pintu ini sampai insentif kami dibayarkan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, amarah puluhan guru mulai memuncak ketika sala satu guru sedang menanyakan persoalan insentif kepada Kepala Dispendasbud, Jenni O. Usmany. Namun, saat itu salah satu ajudan Jenni bertindak sedikit kasar, sehingga puluhan guru yang melihat hal tersebut tidak menerima dengan tindakan ajudan.

”Kami tanya hak kami, tapi kenapa dia (Ajudan-Red) yang ikut campur untuk melarang tidak boleh,” ungkap salah satu guru yang juga tidak mau disebutkan namanya.

Karena merasa tidak puas, beberapa oknum guru akhirnya menggembosi ban mobil Jenni, bahkan oknum guru ini nyaris membakar mobil yang diparkir di depan Kantor Dispendasbud. Beruntung pada saat itu terdapat puluhan anggota Satpol PP dan Polisi dari Polsek Kuala Kencana. Sehingga berhasil menenangkan aksi sejumlah oknum guru yang hendak membakar mobil tersebut.

Para guru mendesak agar Bupati Mimika Eltinus Omaleng bisa turun langsung dan menemui mereka, namun saat itu tidak ada satupun pejabat yang menemui para guru.

Aksi puluhan guru kontrak ini berlanjut dan dikawal ketat Satpol PP dan belasan anggota Polsek Kuala Kencana, guna mengantisipasi adanya tindakan anarkis lainnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment