Nelayan Tewas Tertembak Diduga Akibat Senjata Api

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Seorang warga di kawasan pelabuhan Poumako, Distrik Mimika Timur, menjadi korban dalam aksi saling serang di depan Kantor Polsek KPPP Laut Poumako, Rabu (9/8). Tewasnya korban, diduga akibat tertembak senjata api pistol jenis FN, milik seorang oknum anggota TNI.

Berdasarkan data yang diperoleh Salam Papua terkait peritiwa ini, menerangkan, sekitar  pukul 14.00 WIT, terjadi keributan  antara kelompok nelayan non pribumi yang berjumlah kurang lebih 100 orang dengan nelayan pribumi. Keributan disebabkan adanya permasalahan antara nelayan pribumi dengan non pribumi terkait perampasan perahu. Dimana perampasan perahu terjadi dan dilakukan nelayan pribumi.  Akibat  persoalan yang belum terselesaikan bersama pemerintah pasca dikeluarkan moratorium oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mimika.

Disaat kelompok nelayan non pribumi datang melapor ke Polsek KPPP Laut Poumako dan petugas piket, mereka menjelaskan terkait peristiwa perampasan perahu yang dilakukan oleh nelayan pribumi. Saat petugas tengah menerima laporan tersebut, tiba-tiba datang salah satu ketua RT di Poumako, diketahui bernama Adam. Adam berniat menjelaskan terkait peristiwa perampasan perahu.

Ketika proses pelaporan peristiwa perampasan perahu dan penjelasan ketua RT sedang berlangsung di dalam Kantor Polsek. Kelompok nelayan non pribumi yang berada diluar kantor terlibat adu mulut dengan sekelompok nelayan pribumi yang melintas depan Polsek. Dari adu mulut itulah menyebabkan pertikaian saling serang menggunakan batu antar kedua kelompok nelayan.

Melihat pertikaian yang terjadi, petugas Polsek KPPP Lalut Poumako berupaya untuk melerai sambil menyampaikan imbauan.  Supaya kedua kelompok bisa menahan diri. Namun, saat itu juga terlihat di kerumunan kelompok nelayan non pribumi,  ada dua orang yang diduga oknum anggota TNI  berpakaian preman, terlihat mencabut pistol jenis FN.

Saat itu,  pertikaian tidak dapat dihindari.  Kedua kelompok saling serang dengan melempar batu ke arah masing-masing. Karena kelompok nelayan non pribumi merasa terdesak. Mereka mundur untuk mengamankan diri ke halaman Kantor Polsek KPPP Laut Poumako. Sedangkan oknum yang diduga anggota TNI  berpakaian preman  mengeluarkan tembakan. Setelah tembakan itu,  terlihat seorang korban terjatuh dari kelompok nelayan pribumi.

Massa dari kelompok nelayan pribumi melihat kedua oknum tersebut mengeluarkan pistol,  lalu melakukan penembakan, akhirnya massa melakukan pengejaran hingga ke dalam Kantor Polsek KPPP Laut Poumako. Namun, massa tidak berhasil menemukan kedua oknum tersebut. Akhirnya massa merusak bangunan dan fasilitas Kantor Polsek  dengan menggunakan benda yang saat itu dipegang.

Petugas Polsek yang melihat korban tergeletak dan terluka pada bagian perut. Mereka mengevakuasi korban menuju RSUD Mimika. Sementara petugas lainnya mencoba menenangkan massa yang brutal dan membongkar seluruh ruangan Polsek KPPP Laut Poumako untuk  mencari terduga pelaku penembakan.

Ketika  situasi mulai reda, salah satu oknum yang diduga anggota TNI turun dari atas plafond Kantor Polisi. Ia  menyampaikan kepada salah satu petugas piket,  kalau senjata api pistol miliknya sedang disembunyikan di atas plafond, dan meminta tolong diamankan.

Kemudian,  oknum anggota TNI tersebut pergi, dan diduga diamankan oleh rekannya, yang juga diduga seorang oknum anggota TNI dan berada di TKP.

Situasi terkendali pada saat  kehadiran satu pleton Dalmas dan Satuan Sabhara dipimpin Kabag Ops  Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia.  Terkait pistol yang disembunyikan di atas plafond kemudian diamankan  Kabag Ops.

Dari data yang diperoleh di RSUD Mimika terkait korban tewas melalui  Humas RSUD Mimika, Luky Mahakena saat dikonfirmasi Salam Papua via pesan singkat, Rabu malam mengatakan, didalam perut korban terdapat benda asing sejenis proyektil. Dan ia menyebutkan selain korban meninggal, ada dua orang luka-luka diantaranya seorang warga sipil dan seorang lagi anggota TNI.

“Korban meniggal dunia atas nama Theo Cakacem (20) alamat Poumako. Indikasi luka benda asing di bagian perut tembus belakang. Saat ini tim medis sedang lakukan autopsi janazah di kamar jenazah. Korban saat dibawa sudah meninggal. Ada 2 orang lagi luka-luka dan sedang dirawat intensif di UGD. Indikasi warga sipil dan anggota TNI,” katanya.

Terkait dugaan pelaku penembakan yang diduga oknum anggota TNI, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Windarto ketika dikonfirmasi Salam Papua mengatakan belum bisa berkomentar. Ia menyebutkan saat ini (Rabu malam-Red) dirinya sedang menidaklanjuti informasi tersebut dengan mengikuti olah TKP.

“Itu masih belum saya pastikan mas, masih olah TKP sekarang ini. Saya masih belum bisa kasih pernyataan, jangan nanti ada kesalahpahaman,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi kejadian tersebut dengan  Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon,  belum mendapatkan keterangan resmi, karena yang bersangkutan tidak bisa  dihubungi. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment