Oknum Aparat Diduga Bermain Miras di Agats

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Peredaran minuman keras (miras) berlabel di Kota Agats, Kabupaten Asmat disinyalir semakin tinggi, dan diduga ada oknum aparat keamanan yang menjadi pemain (baca: penjual). Karena adanya keterlibatan oknum, Dinas Satpol PP setempat kesulitan melakukan penertiban.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Asmat, Darius Minggu melalui Kasie Operasi dan Pengendalian (Opspal), Chris Titihalawa, Jumat (25/8). Chris menyatakan saat razia miras, pihaknya selalu berbenturan dengan oknum aparat yang berupaya menghalang-halangi.
“Memang tidak dapat dipungkiri ada keterlibatan oknum aparat. Ada yang berusaha menghalangi kami, lalu berusaha untuk meloloskan itu dengan cara mem-backup,” ungkap Chris.

Ia bahkan mengungkapkan, peran oknum aparat tersebut yakni memperlancar masuknya miras berlabel di Kota Agats. “Jadi ada yang bermain. Informasi intel kami ada pemain yang merupakan oknum aparat,” tuturnya.

Chris mengakui, peredaran miras di Agats sangat tinggi. Pihaknya tidak tidur terkait hal itu. Keterlibatan oknum aparat akan disampaikan secara khusus kepada Bupati Asmat Elisa Kambu. “Kami akan bicarakan dengan pimpinan agar ini bisa ditindaklanjuti. Kita menghendaki adanya komitmen bersama memberantas miras,” tuturnya.

Sekalipun ada berbagai hambatan, Chris menyatakan pihaknya akan tetap melaksanakan operasi guna menekan peredaran minuman keras di Kabupaten Asmat. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menertibkan kios-kios dan penghuni-penghuni kos yang diduga menjual miras.

“Khusus di rumah-rumah kos, kami dapat informasi ada yang menjadikan sebagai tempat penjualan. Kami akan panggil pemilik kosnya dan meminta kerja sama untuk menertibkan penghuni-penghuninya supaya tidak menjual miras berlabel maupun sopi,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agats, Pastor Linus Dumatubun meminta Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar agar menuntaskan persoalan peredaran miras di Kabupaten Asmat.

“Kami mendesak agar Kapolda Papua turun langsung mengatasi persoalan peredaran miras di Asmat,” katanya melalui sebuah media di Timika.

Karena menurutnya, sekalipun Kabupaten Asmat sudah memiliki Perda Nomor 14 tahun 2011, namun peredaran miras masih tinggi di daerah itu, bahkan hingga ke distrik-distrik.

“Kami sinyalir minuman beralkohol yang lolos dari pemeriksaan itu ada unsur keterlibatan oknum-oknum aparat keamanan,” ungkapnya, seraya menambahkan para pemipin agama di Asmat telah menyatakan kesepakatan untuk bersama-sama memerangi miras. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment