Pecandu Narkoba Lapor Diri Agar Direhabilitasi

Bagikan Bagikan


SAPA - (TIMIKA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika mengimbau kepada masyarakat korban pecandu narkoba, untuk melaporkan diri ke BNN agar di rehabilitasi. Imbauan ini disampaikan Kepala BNN Kabupaten Mimika, Sarifuddin, SKM., M.Kes, saat ditemui Salam Papua, Senin (21/8) diruang kerjanya Kantor BNN Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih.

Sarifuddin mengatakan, meskipun imbauan ini sudah disampaikan secara berulang-ulang, tetapi sampai saat ini belum ada satupun yang melaporkan diri secara sadar ke BNN.

“Saya sudah sampaikan berulang supaya pecandu narkoba untuk datang lapor, sehingga kita tahu bahwa korban mau meninggalkan kebiasaan sebagai pengguna narkoba. Tetapi belum ada satu pun yang datang,” katanya.

Menurut dia, apabila ada pecandu yang melapor maka otomatis sebelum di rehabilitasi akan dilakukan pemeriksaan secara medis untuk mengetahui sejauh mana ketergantungan korban terhadap narkoba.

“Setelah mengetahui hasil pemeriksaan maka bisa di rehabilitasi di Timika. Tetapi kalau tidak bisa, maka dirujuk ke balai rehabilitasi BNN yang ada di Makassar,” katanya.

Pecandu narkoba yang dengan sadar melaporkan diri ke BNN, kata dia, berarti mempunyai niat baik untuk di rehabilitasi, dan tentunya tidak di proses secara hukum. Hal itu karena ada yang mengatur, bagi penyalagunaan narkoba atau pengguna aktif bisa dilakukan rehabilitasi tanpa melalui proses hukum.

”Jadi, penguna narkoba yang mau di rehabilitasi tidak di proses hukum karena itu sudah ada keputusan bersama antara Kapolri, Kementerian Sosial, Kepala BNN, Menkumham dan Kementerian Kesehatan. Sehingga tidak semuanya di jebloskan ke Lapas, kecuali pengedar, itu sudah pasti,” jelasnya.

Selain pengguna narkoba tidak di proses hukum, kata dia, dalam proses rehabilitasi pembiayaan juga ditanggung oleh BNN, baik dari provinsi maupun BNN di kabupaten. Karena ada seksi rehabilitasi.


”Untuk pembiayaan kami bantu, entah dari provinsi ataukah yang kami punya dana disini, karena ada seksi rehabilitasi. Tinggal bagaimana kesadaran masyarakat untuk melapor diri,” jelasnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment