Pekat dan Milo Jadi Target Operasi Polsek Miktim

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Kapolsek Mimika Timur (Miktim), AKP Florensin Y Nari, SH, mengatakan pihaknya akan melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah hukum Polsek Miktim. Sebab, berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan dari warga beberapa kampung, aktivitas produksi minuman lokal (Milo) tengah berjalan.

“Kami dengan rekan-rekan TNI akan melakukan operasi miras dan kejahatan lainnya,” kata Florensin, saat ditemui awak media usai kunjungan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam kegiatan peresmian taman bacaan dan kegiatan bakti sosial di Distrik Mimika Timur, Selasa (1/8).
Florensin juga mengatakan belum bisa memastikan terdapat warga yang sedang memproduksi minuman keras (Miras) beralkohol jenis lokal tersebut. Sebab perlu bukti yang cukup tentang keberadaan lokasi produksi miras dan sebagainya.

Namun Ia mengungkapkan telah mendapatkan informasi beserta data dari warga, yang mana mengetahui persis tempat produksi miras lokal. Oleh sebab itu, kata Florensin, perlu melakukan koordinasi dengan pihak TNI dan pemerintah Distrik Mimika Timur.

“Kalau sejauh ini kami tidak bisa menyampaikan bahwa ada warga yang masih memproduksi milo, tetapi itu semua perlu bukti. Tetapi informasi dan data yang kami terima memang ada di beberapa kampung yang memproduksi milo,” ungkapnya.

 “Ini merupakan beban dan tanggung jawab dari saya sendiri selaku Kapolsek, dan pemerintah. Sehingga kami berupaya untuk melakukan operasi. Karena tidak mungkin kami biarkan, karena masalah timbulnya dari miras,” tambahnya.

Kendati demikian, perlunya adanya kesadaran dari masyarakat dalam melihat sesuatu yang berpotensi mengakibatkan masalah, agar sebisanya dapat dihindari.


Selain itu, perlu peran kepala kampung untuk menolak masuknya miras lokal ditengah masyarakat,  karena sudah sering terjadi ada warga yang meninggal di akibatkan mengkonsumi miras lokal. “Sebisanya masyarakat menghindarinya,” harapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment