Pemberi Kerja Bandel Bakal Diberi Sanksi

Bagikan Bagikan


SAPA(TIMIKA) - Pemberi kerja atau perusahaan yang bandel tidak mendaftarkan karyawan atau pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian dikatakan Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Timika, Ahmad Fauzie Usman, Senin (21/8).

Sanksi yang bakal diberikan kepada pemberi kerja atau perusahaan yang bandel, berupa pencabutan izin dan tidak diperpanjang. Untuk itu, para pemberi kerja diminta untuk harus mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan yang mempunyai tugas melindungi semua pekerja.
“Jadi semua pekerja, non ASN, harus dilindungi tanpa kecuali,” kata Ahmad Fauzie saat dijumpai Salam Papua dibilangan Jalan Hasanuddin.

Untuk itu, kata dia, semua pemberi kerja baik itu skala besar maupun kecil, menengah maupun sedang, harus terdaftar agar terlindung dan dijamin.

“Jadi imbauan kami seluruh pengusaha atau pemberi kerja yang mempekerjakan orang dengan gaji bulanan, wajib daftar. Kalau tenaga kerjanya tidak mau, maka tenaga kerjanya juga diberikan sanksi,” katanya.

Meski begitu, Ia mengakui bahwa selama ini BPJS Ketenagakerjaan cabang Timika belum ada memberikan sanksi kepada pengusaha. Sebab, untuk mendapatkan sanksi harus melalui proses panjang berupa teguran satu sampai dua kali.
“Dan kalau teguran tidak di indahkan, maka, mau tidak mau akan ada sanksi,” ujarnya.

Mengenai sanksi, kata dia, memang sudah ada beberapa pengusaha yang ditegur. Rencananya pada bulan Oktober mendatang, pihaknya akan mengajukan atau menyampaikan beberapa perusahaan yang terkena sanksi kepada Bupati Mimika. Agar beberapa perusahaan yang dimaksud dan tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, diberikan sanksi.


“Namun itupun sebelum diberikan sanksi akan diberikan pembinaan,” katanya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment